

DEMOCRAZY.ID – Dua forum diskusi publik yang tengah ramai dibicarakan, Indonesia Lawyers Club (ILC) dan Rakyat Bersuara, kembali menjadi sorotan.
Kali ini bukan karena tema yang diangkat, tetapi karena kekalahan telak kubu pendukung mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam adu argumentasi.
Advokat Ahmad Khozinudin, S.H., menilai bahwa perdebatan di dua forum tersebut memperlihatkan lemahnya kemampuan kubu pendukung pemerintah dalam menghadapi kritik berbasis data dan logika.
Dalam tulisannya, Khozinudin menyoroti penampilan Rismon Sianipar di ILC yang dinilai berhasil membongkar “tulang dalam” institusi Polri secara terstruktur dan sistematis, mulai dari kasus kopi sianida Jessica Wongso hingga tragedi KM 50.
“Ketika Rismon menguliti Polri, kubu pembela Polri kelojotan,” tulis Khozinudin, Selasa (21/10/2025).
Ia menilai respons Prof. Hermawan Sulistio (Kiki), penasihat ahli Kapolri, yang memilih mundur dari ILC dengan alasan “kehilangan rasa santun dan keadaban”, justru memperlihatkan sikap kekanak-kanakan.
“Aneh, Prof Kiki tak pernah menasihati institusi Polri soal perilaku brutal dan tak bermoral dalam kasus Brigadir Joshua,” lanjutnya.
Tak hanya di ILC, Khozinudin juga menyoroti forum Rakyat Bersuara di iNews yang membahas tema “Desakan Eksekusi Silfester vs Kasus Roy CS”.
Menurutnya, dalam forum itu kubu Jokowi juga kembali kalah argumentasi.
Sejumlah tokoh seperti Ade Armando, Andi Azwan, hingga Irjen Pol (Purn) Arianto Sutadi disebut ikut bereaksi keras dan bahkan mengusulkan pembubaran acara tersebut.
“Alih-alih membuat diskusi konstruktif, mereka malah mengeluh dan membangun narasi agar acara dibubarkan,” tulisnya.
Khozinudin menegaskan, media seperti ILC dan Rakyat Bersuara adalah panggung opini yang seharusnya dimanfaatkan untuk memperkuat narasi, bukan sebaliknya.
Mengutip pernyataan Karni Ilyas, ia menulis:
“Kalau tak pandai menari, jangan salahkan lantai yang licin.”
Ia menambahkan bahwa kekalahan kubu Jokowi lebih disebabkan ketidaksiapan menghadapi debat berbasis data, fakta, norma, dan logika.
“Mereka hanya berpijak pada logika: apa pun argumentasinya, yang penting bela Jokowi. Malu, urusan belakangan,” ujar Khozinudin.
Menurutnya, kekalahan beruntun dalam forum publik menunjukkan lemahnya strategi komunikasi dan ketidakmampuan menyesuaikan diri dengan ruang debat terbuka.
“Wajar jika kubu Jokowi selalu kalah telak dalam berbagai forum diskusi,” pungkasnya.
Sumber: RadarAktual