Eks Ketua MPR: Sampai Kapan Prabowo ‘Mempertahankan’ Kapolri Listyo Sigit?

DEMOCRAZY.ID – Ketua Majelis Syura Partai Ummat Prof. Amien Rais mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera mencopot Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dari jabatannya.

Pernyataan tersebut disampaikan Amien melalui kanal YouTube-nya yang diunggah Sabtu (31/1/2026).

Amien menilai sikap Kapolri saat ini hanya berkutat pada satu hal: melindungi mantan Presiden Jokowi dan keluarganya sebagai bentuk balas budi.

“Kapolri yang sekarang ini mungkin hanya berpikir dan berkutat di seputar satu soal saja. Bagaimana melindungi Jokowi dan keluarganya dalam rangka balas budi lain tidak,” tegas Amien.

Kritik keras Amien dipicu oleh pernyataan kontroversial Listyo dalam rapat bersama Komisi III DPR di Senayan, 26 Januari 2026.

Listyo dengan tegas menolak usulan menempatkan Polri di bawah satu kementerian, analog dengan TNI yang berada di bawah Kementerian Pertahanan.

“Saya minta seluruh jajaran laksanakan ini. Perjuangkan sampai titik darah penghabisan,” kata Listyo saat itu.

Pernyataan tersebut dinilai Amien melantur dan memancing kegusaran banyak pihak.

“Ini luar biasa ya. Seperti mau perang melawan saudara sendiri,” ujar Amien.

Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo dalam laman democrazy.id menilai bahasa Listyo menggunakan bahasa konflik yang intimidatif dan berbahaya bagi demokrasi.

Gatot menyebut diksi yang digunakan Kapolri sebagai ekstrem dan merupakan alarm darurat.

Amien juga mengutip pandangan mantan Menko Polhukam Mahfud MD yang mengungkap keanehan dalam tubuh Polri.

Dalam lawjustice.co Desember 2025, Mahfud mengatakan anggota yang berprestasi justru karirnya mandek, sementara yang belum layak bisa melesat naik pangkat.

“Lebih gawat lagi, adanya dugaan politik transaksional di luar mekanisme resmi. Mau masuk SESBIM, mau masuk Akpol, mau naik pangkat harus bayar. Jadi kira-kira no money, no promotion,” ungkap Amien mengutip Mahfud.

Kritik lain datang dari Guru Besar UI Prof. Dr. Adrianus Meliala yang dalam Kompas.id 9 Januari 2026 mencatat kelemahan Polri yang tak kunjung membaik.

Meliala menyebut integritas perwira mulai rusak, dengan sebagian anggota “bermata jalang bila melihat uang.”

Amien juga menyoroti fenomena “Parcok” (Partai Cokelat) yang muncul setiap menjelang Pilkada dan Pilpres.

“Semasa Jokowi berkuasa, Parcok ini dilindungi dan diumbar bebas supaya selalu mengiyakan dawuh Jokowi sang raja pembohong,” kritik Amien.

Mantan Ketua MPR itu meyakini ada banyak jenderal polisi satu angkatan sebelum atau sesudah Listyo di Akademi Kepolisian Semarang yang jauh lebih memiliki integritas, keberanian, dan ketegasan.

“Ambil dua orang dan lantik sebagai Kapolri yang baru supaya segera ada suasana dan hawa yang segar dalam tubuh Polri,” saran Amien.

Amien menutup dengan peringatan kepada Presiden Prabowo.

“Kalau terus saja mengumbar keliaran dan tingkah laku politik Listyo yang berbahaya itu, monggo. Tapi jelas akibatnya akan buruk buat bangsa negara dan juga masa depan Anda sendiri Pak Prabowo,” tandas Amien.

[VIDEO]

Sumber: JakartaSatu

Artikel terkait lainnya