DEMOCRAZY.ID – “Erick Thohir out, Erick Thohir out” begitu teriak ratusan Ultras Garuda saat menggeruduk markas pusat PSSI di GBK Arena, Senayan Jakarta, Jumat (14/11/2025) petang.
Kegagalan di kualifikasi Piala Dunia 2026, ditambah rangkap jabatan sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), tak bisa lagi ditolerir salah satu kelompok timnas garis keras.
Erick Thohir (Etho) tak lagi dipercaya sebagai Menteri BUMN oleh Presiden Prabowo.
Sebagai gantinya, mantan Ketua Tim Pemenangan pasangan capres-cawapres Jokowi-Ma’ruf Amin pada 2019 itu diminta untuk memegang jabatan Menpora yang kosong setelah Dito Ariotedjo kena reshuffle.
Saat itu, Prabowo tidak mempermasalahkan rangkap jabatan Etho yang juga sebagai Ketum PSSI. Bahkan FIFA juga merestui rangkap jabatan Erick Thohir.
Tapi, dua bulan sejak dilantik sebagai Menpora dan memegang dua jabatan sekaligus, Etho mulai keteteran.
Mulai target medali SEA Games 2025 yang tak kunjung dipublikasi, hingga absennya Timnas Indonesia dari agenda FIFA Maychday November 2025.
Timnas Indonesia tak punya pelatih setelah kegagalan Patrick Kluivert dan gerbongnya di kualifikasi Piala Dunia ronde keempat. Pelatih pilihan Etho itu, gagal total mewujudkan mimpi 286 juta penduduk Indonesia untuk berlaga di piala dunia.
Tanpa FIFA Matchday, janji Etho membawa Indonesia menembus ranking 100 besar dunia cuma omong kosong. Saat ini Timnas Indonesia berada di peringkat 122 FIFA.
“Katanya mau 100 besar dunia. Tapi FIFA Matchday enggak ada. Itu artinya apa? Erick Thohir omong kosong. Janji manis doang,” kata Ultras Garuda saat aksi.
Belum lagi, skuad Garuda juga akan tertinggal dari negara-negara tetangga di Asia Tenggara, seperti Thailand, Malaysia, dan Vietnam yang pasti ikut dalam FIFA Matchday bulan ini.
Satu lagi masalah Etho dengan kelompok suporter, gaya komunikasi! Etho kerap melemparkan masalah berat kepada Arya Sinulingga, Anggota Exco yang dulunya adalah staf Etho di Kementerian BUMN.
Namun giliran timnas menang, Etho yang buru-buru datang sampai posting Instagram.
“Kami suporter Timnas Indonesia yang selalu ada di tribune bukan tidak suka dengan Erick. Tapi kami tidak suka dengan gaya komunikasi Erick dan gaya komunikasi Arya. Kalau A dia ngomong B. Kalau gagal dia salahin ekspektasi suporter tolol,” kata Ultras Garuda.
Sumber: Inilah