‘Badut Politik Itu Bernama Budi Arie Setiadi’

‘Badut Politik Itu Bernama Budi Arie Setiadi’

Oleh: Karyudi Sutajah Putra | Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI)

Sudah lama panggung politik Tanah Air menampilkan badut-badut yang lucunya tidak kalah dari pemeran stand up comedy.

Bedanya, bila pemeran stand up comedy menggunakan logika, badut politik justru kehilangan logika. Budi Arie Setiadi, contohnya.

Budi Arie baru saja terpilih kembali menjadi ketua umum organ relawan ProJo. Di Pilpres 2014 dan 2019, ProJo mendukung Joko Widodo. Di Pilpres 2024, ProJo mendukung Prabowo Subianto.

Dalam Kongres ProJo yang berlangsung di Jakarta, Sabtu (1/11/2025) lalu, Budi Arie menyatakan, ProJo bukan singkatan dari Pro Jokowi.

ProJo, katanya, berasal dari bahasa Sanskerta yang artinya “negeri”. Atau dari bahasa Jawa Kawi (kuno) yang berarti “rakyat”.

Sebab itu, katanya, orang-orang ProJo mencintai negeri ini beserta rakyatnya.

Sontak, pernyataan Budi Arie ini membuat banyak pihak terperanjat.

Pasalnya, beberapa waktu lalu dengan tegas ia mengatakan ProJo adalah singkatan dari Pro Jokowi. Kalau tidak Pro Jokowi, katanya, bukan ProJo namanya.

Diketahui, dua kali mendukung Jokowi, Budi Arie beroleh ganjaran kursi Menteri Komunikasi dan Informatika di paruh kedua periode kedua pemerintahan Jokowi, atau di Kabinet Indonesia Maju.

Sedangkan dukungan bagi Prabowo di Pilpres 2024, membuahkan hasil kursi Menteri Koperasi bagi Budi Arie.

Sayangnya, Budi enggak “performed”, sehingga belum genap setahun sudah didepak Prabowo dari Kabinet Merah Putih.

Semasa menjabat Menkominfo, Budi bahkan lebih parah lagi. Ia diduga terlibat dalam kasus gratifikasi perlindungan situs judi online di kementeriannya. Sejumlah bekas anak buah Budi jadi tersangka.

Nah, mungkin untuk mencari perlindungan dari Prabowo supaya kasus hukumnya tidak berlanjut menjadi tersangka, kini Budi Arie menyatakan dukungan penuh kepada pemerintahan Prabowo.

Bahkan ProJo siap mengantarkan Prabowo untuk terpilih kembali di Pilpres 2029.

Budi yang semula menjadi loyalis Jokowi berubah haluan 180 derajat menjadi loyalis Prabowo.

Bahkan Budi dengan mudahnya mencampakkan Jokowi dengan mengubah logo ProJo yang semula bergambar siluet wajah Jokowi dalam lingkaran putih menjadi gambar lainnya. Dalihnya, untuk menghilangkan kesan kultus individu.

Tidak itu saja. Budi Arie juga akan masuk Partai Gerindra yang ketua umumnya Prabowo, bukan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang didukung Jokowi.

Apakah logo ProJo yang baru nanti akan bergambar siluet wajah Prabowo? Kita tunggu saja tanggal mainnya.

Yang jelas, Budi Arie sudah mencla-mencle. Esuk dhele sore tempe. Semula mengatakan ProJo singkatan dari Pro Jokowi, kini lain lagi. Ia seperti kehilangan logika, sehingga sangat jenaka.

Makin jenaka ketika Budi merasa tidak bersalah. Ia seperti tidak pernah mengatakan bahwa ProJo adalah singkatan Pro Jokowi.

Budi juga tanpa beban moral mencampakkan Jokowi yang pernah memberinya jabatan, dan membuatnya hidup berkecukupan. Seperti kacang lupa kulitnya.

Itulah yang membuat Budi lucu seperti badut. Ia tak pakai logika dan akal sehat. Ia tak pakai hati nurani.

Akan tetapi, Budi Arie mungkin tak bisa sepenuhnya disalahkan. Sebab, ia pun pernah berguru pada Jokowi. Terutama soal kebohongan.

Sudah banyak, bahkan terlalu banyak kebohongan yang telah dilakukan Jokowi. Apalagi jika nanti kasus dugaan ijazah palsunya terbukti. Dalam hal kebohongan, Jokowi dan Budi Arie 11-12.

Seperti badut, Budi Arie juga tidak menyadari bahwa tingkah lakunya memang jenaka. Untuk itu, mari kita tonton adegan jenaka Budi Arie selanjutnya. ***

Artikel terkait lainnya