“Langsung Masuk Kamar Tidur, Saya Kaget!” Roy Suryo Bongkar Detik-Detik Mencekam Penangkapan Dirinya oleh Polisi

DEMOCRAZY.ID – Roy Suryo menceritakan kronologi penangkapannya dalam kasus dugaan pencemaran nama baik dan manipulasi dokumen elektronik terkait tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

Cerita tersebut disampaikan Roy sebelum sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (29/6/2026).

Menurut Roy, pada Jumat (19/6/2026) pagi, sejumlah penyidik mendatangi rumahnya dengan membawa dua petugas keamanan kompleks perumahan setempat setelah menunjukkan surat penangkapan.

“Ada dua satpam yang digelandang ke rumah saya. Jadi hanya ditunjuki surat kemudian diajak,” ujar Roy.

Roy mengatakan, petugas keamanan tersebut hanya meminta izin untuk masuk ke rumah dan tidak ikut mendampingi penyidik saat pemeriksaan berlangsung.

Ia mengaku terkejut karena sejumlah penyidik langsung masuk ke kamar tidur pribadinya dan sang istri. Saat itu, Roy berada di ruang kerja yang terpisah dari kamar tersebut.

“Ini yang benar-benar tidak sopan ya, langsung masuk kamar tidur. Makanya saya kaget karena saya dengar istri saya teriak waktu itu,” kata Roy.

Mendengar teriakan istrinya, Roy segera menuju kamar dan melihat sejumlah penyidik telah berada di dalam ruangan tanpa didampingi petugas keamanan maupun pengurus lingkungan setempat.

Roy juga menyebut para penyidik mengenakan penutup wajah. Meski demikian, ia mengaku masih dapat mengenali beberapa di antaranya dari suara yang didengar.

“Jadi menggunakan penutup wajah sehingga tidak kelihatan siapa. Untung saya mengenali suaranya yang ada, yaitu seorang berpangkat Iptu inisial R dan salah seorang penyidik berinisial A,” ujarnya.

Roy mengaku sempat emosi saat melihat kondisi tersebut.

Namun, setelah menyadari bahwa mereka adalah penyidik, ia memilih tidak melakukan perlawanan.

Setelah itu, Roy diminta segera ikut ke Polda Metro Jaya.

Ia mengatakan istrinya sempat hendak menyiapkan pakaian dan perlengkapan pribadi, tetapi tidak diperbolehkan oleh penyidik.

Roy juga menyebut dirinya tidak diberi kesempatan untuk mandi sebelum berangkat, meski baru tiba dari Bandung.

“Mandi saja itu juga enggak boleh, cuci muka saja hampir enggak boleh. Untung di bawah itu ada dapur sehingga saya sempat cuci muka. Kalau enggak mandi, minimal cuci muka toh?” kata Roy.

Menurut dia, perlakuan yang diterimanya saat penangkapan mengingatkannya pada adegan dalam film G30S/PKI.

Sumber: Kompas

Artikel terkait lainnya