Geger Bagi-Bagi Kursi! Penunjukan Komisaris Krakatau Semen Indonesia Jadi Sorotan, Ternyata Eks Tim Kreatif Relawan Prabowo

DEMOCRAZY.ID – Penunjukan jajaran komisaris di BUMN kembali menuai sorotan. Setelah sebelumnya asisten pribadi Raffi Ahmad, muncul lagi nama dari tim pemenangan Prabowo.

Kritik kali ini datang dari diaspora Indonesia di Belanda, Dimas Budi Prasetyo, yang juga merupakan alumni Universitas Gadjah Mada atau UGM.

Melalui unggahan di Facebook pribadinya, Dimas menyoroti penunjukan Ahmad Najmi Shahab sebagai Komisaris PT Krakatau Semen Indonesia, perusahaan gabungan antara PT Semen Indonesia Tbk dan PT Krakatau Steel Tbk.

Karier Copywriting Tiba-tiba Jadi Komisaris

Dalam postingannya pada Minggu (28/6/2026), Dimas menyebut penunjukan tersebut sebagai “keabsurdan dan kelucuan negeri ini”.

Ia menyoroti rekam jejak Ahmad Najmi Shahab yang tercantum di situs resmi http://krakatausemenindonesia.co.id.

Berdasarkan data perusahaan, Najmi merupakan lulusan S1 Ilmu Komunikasi Universitas Tama Jagakarsa tahun 2021.

Untuk pengalaman kerja, Najmi tercatat pernah menjadi Tim Kreatif, Sosial Media, Dokumentasi & Editing Video di Rumah Besar Relawan Prabowo pada 2023.

Sebelumnya, Najmi juga berkarier sebagai Copywriting Fashion & Konten Plan di PT Indomode Fashion pada 2022.

“Pengalaman karir copywriting, tim kreatif, konten plan, tetapi langsung jadi Komisaris PT Krakatau Semen Indonesia,” tulis Dimas, heran.

Seharusnya Punya Latar Teknik atau Manajemen

Dimas menilai perusahaan di bidang semen dan baja seharusnya diisi jajaran komisaris yang punya latar belakang mumpuni di bidang teknik.

“Perusahaan yang harusnya dibutuhkan jajaran Komisaris yang punya latar belakang atau background mumpuni di bidang teknik. Misalnya pun di bidang non teknik, harusnya punya pengalaman panjang yang relevan. Entah Human Resources, Management, Finance, dll,” ujarnya.

Menurutnya, kata kunci penunjukan itu terletak pada pengalaman Najmi di “RUMAH BESAR RELAWAN PRABOWO”.

“Itu menggambarkan bahwa setidak relevannya pengalamanmu, tidak peduli seplenger apapun dirimu, selama kamu adalah relawan, maka Komisaris telah menantimu,” tulisnya, menyindir.

Dimas juga menegaskan informasi tersebut ia ambil langsung dari website resmi Krakatau Semen Indonesia agar tidak disebut menyebar hoaks.

Hingga berita ini diturunkan, PT Krakatau Semen Indonesia belum memberikan keterangan resmi terkait kritik yang muncul di media sosial.

Sumber: Fajar

Artikel terkait lainnya