Mampukah Prabowo Taklukkan Listyo Sigit, Benteng Pertahanan Terakhir Jokowi?

Mampukah Prabowo Taklukkan Listyo Sigit, Benteng Pertahanan Terakhir Jokowi?

Oleh: Tarmidzi Yusuf | Kolumnis

Tarik ulur. Itulah kesimpulan awal yang kita peroleh tentang Komite Reformasi Polri bentukan Presiden Prabowo.

Beredar rumor, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan perlawanan terhadap Presiden Prabowo.

Banyak indikasi perlawanan Kapolri Listyo Sigit Prabowo terhadap Presiden Prabowo yang berujung tertundanya pengumuman Komite Reformasi Polri oleh Presiden Prabowo.

Termasuk rumor pencopotan Kapolri. Beredar isu sudah ada surat presiden (surpres) ke DPR tentang pergantian Kapolri.

Besarnya tekanan terhadap Presiden Prabowo akhirnya surpres pergantian Kapolri dianggap hanya isu.

Presiden Prabowo menginginkan Reformasi Polri langsung berada di bawah Komando Presiden.

Sementara Kapolri Listyo Sigit Prabowo dikabarkan setelah Tim Transformasi Reformasi Polri tidak diakui Presiden Prabowo menyodorkan beberapa nama untuk masuk Komite Reformasi Polri tapi ditolak mentah-mentah oleh Presiden Prabowo.

Kapolri disinyalir ingin ikut ‘mengendalikan’ Komite Reformasi Polri agar Reformasi Polri tidak membuka borok ‘bisnis’ haram elit Mabes Polri dan beberapa kasus besar seperti dugaan terlibatnya beberapa jenderal polisi dalam pembantaian dan pembunuhan 6 Laskar FPI.

Sementara Presiden Prabowo dikabarkan menginginkan Reformasi Polri benar-benar kembali ke khittah sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Khittah Polri menjaga keamanan dan ketertiban, penegakan hukum, serta memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Gesekan tajam antara Presiden Prabowo dengan Kapolri Listyo Sigit Prabowo tidak terungkap secara gamblang ke publik karena munculnya sosok Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang melakukan gebrakan yang dinanti-nanti publik, yaitu membuka borok pembiayaan KCJB.

Karena itu Purbaya ogah bayar utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) dari APBN.

Isu gebrakan Purbaya Yudhi Sadewa menutupi isu besar gesekan tajam antara Presiden dan Kapolri. Mengulang konflik Kapolri Bimantoro dengan Presiden Gus Dur tahun 2001.

Presiden Prabowo tampak menahan diri. Tarik ulur. Sementara Kapolri terkesan buka-bukaan ke publik.

“Seberapa hebat apapun komite atau komisi yang dibentuk orang-orang yang di dalamnya kalau kita nggak mau mereform kita sendiri ya percuma,” kata LSP yang mengindikasikan perlawanan terbukanya terhadap Komite Reformasi Polri bentukan Presiden Prabowo.

Kita mengkhawatirkan gesekan tajam antara Presiden Prabowo dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo berpotensi timbulnya hura hara politik nasional.

Perang sesama anak bangsa. Jangan-jangan akan muncul dewan jenderal seperti tahun 1965.

Listyo Sigit Prabowo dikenal sebagai benteng terakhir pengamanan Jokowi dan kroni-kroninya. Listyo Sigit Prabowo jebol, jebol pula pertahanan Jokowi dan kroni-kroninya.

Makanya pergantian Kapolri Listyo Sigit Prabowo alot dan rumit. Bisa-bisa Presiden Prabowo terguling atau terbunuh atau Jokowi dan kroni-kroninya habis? ***

Artikel terkait lainnya