Gempar Dunia! Detik-Detik Trump Nekat Lempar Stephen Colbert ke Tempat Sampah, Netizen Syok Berat

DEMOCRAZY.ID – Video meme berbasis AI yang memperlihatkan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, melempar Stephen Colbert ke dalam tempat sampah viral di media sosial.

Video tersebut bahkan sampai memicu perdebatan politik di AS.

Video berdurasi 22 detik itu muncul tak lama setelah episode terakhir The Late Show with Stephen Colbert tayang.

Dalam videonya, Colbert awalnya terlihat berdiri di panggung acara.

Tak lama kemudian, Trump muncul dari belakang, mengangkat tubuh sang presenter lalu melemparkannya ke dalam tempat sampah hijau, kemudian menutup tutupnya.

Setelah itu, Trump tampak menari di depan kerumunan sambil diiringi lagu YMCA milik Village People.

Lagu tersebut selama ini identik dengan berbagai kampanye politik Trump.

Konten itu langsung ramai dibagikan para pendukung Trump yang menganggapnya sebagai bentuk satire politik dan balas dendam simbolik terhadap Colbert.

Selama bertahun-tahun, Colbert memang dikenal sebagai salah satu pembawa acara televisi Amerika yang paling keras mengkritik Trump.

Colbert tak jarang mengkritik Trump lewat monolog satir dan lelucon politik di acara malamnya.

Kemunculan video tersebut dinilai bukan kebetulan. Meme AI itu diunggah hanya sehari setelah penayangan episode terakhir The Late Show versi Colbert.

👇👇

Sebelumnya, Trump juga beberapa kali menyerang Colbert di media sosial dengan menyebut sang host tak lagi memiliki rating maupun pengaruh besar di televisi Amerika.

Bagi basis pendukung Trump, video tersebut dianggap lucu dan memuaskan karena menggambarkan kemenangan atas figur media yang selama ini menjadi pengkritik utamanya.

Namun di sisi lain, lawan politik Trump menilai video itu berlebihan, kekanak-kanakan, dan tidak mencerminkan sikap seorang mantan presiden Amerika Serikat.

Terlepas dari pro dan kontra yang muncul, video tersebut kembali menunjukkan bagaimana budaya politik Amerika kini semakin dipenuhi perang meme, satire digital, dan konten AI yang sengaja dibuat untuk memancing emosi publik sekaligus memperkuat basis pendukung masing-masing kubu.

Sumber: Inilah

Artikel terkait lainnya