Catherine Connolly, Wanita Pemberani Yang Cap Israel ‘Negara Teroris’ Hingga Melenggang Mulus Jadi Presiden Irlandia

DEMOCRAZY.ID – The woman who called Israel a terrorist state was elected president of Ireland

Catherine Connolly, politikus independen sayap kiri, resmi terpilih sebagai Presiden Irlandia ke-10 dalam pemilu yang digelar pada Oktober 2025.

Ia resmi dilantik pada 11 November 2025 untuk menggantikan presiden sebelumnya, Michael D. Higgins.

Sebelum memenangkan kursi kepresidenan, ia merupakan anggota parlemen—atau Teachta Dála (TD)—independen untuk daerah pemilihan Galway Barat dari tahun 2016 hingga 2025.

Dalam rekam jejak politiknya, Connolly berulang kali melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan luar negeri Israel dan secara terbuka menyebut negara tersebut sebagai “negara teroris” (terrorist state) terkait konflik di Gaza.

Detail Kemenangan Pemilu

  • Hasil Suara: Connolly memenangkan pemilu secara telak dengan meraih 63,4% suara preferensi pertama, mengalahkan rival utamanya, Heather Humphreys dari partai kanan-tengah Fine Gael, yang hanya memperoleh 29% suara.
  • Rekor Baru: Perolehan sebanyak 914.143 suara yang didapatkannya merupakan jumlah suara preferensi pertama tertinggi yang pernah diraih oleh seorang kandidat dalam sejarah pemilu Irlandia.
    Posisi Politik terhadap Israel

Selama masa kampanyenya, sikap pro-Palestina yang diusung Connolly menjadi salah satu topik utama.

Pada pertengahan tahun 2025 sebelum ia terpilih, ia sempat menyatakan di parlemen (Dáil): “Jika kita di Dáil (Parlemen) ini tidak bisa mengakui bahwa Israel adalah negara teroris, maka kita berada dalam masalah besar.”

Connolly dikenal secara global sebagai kritikus keras Israel, bahkan secara terbuka menyebutnya sebagai “negara genosida”.

Adiknya Ditangkap Israel Ikut Global Sumud Flotilla

Komitmen keluarga Connolly terhadap persoalan Palestina sangat kuat; pada 18 Mei 2026, adik kandungnya ditangkap oleh militer Israel saat ikut serta dalam armada kapal kemanusiaan (Flotilla) menuju Gaza, sebuah aksi yang diakui Connolly membuatnya merasa bangga.

Artikel terkait lainnya