

DEMOCRAZY.ID – Hingga kini Presiden RI Prabowo Subianto belum menuliskan kecaman terhadap penculikan pasukan Israel terhadap warga negara Indonesia (WNI).
Padahal sudah 1×24 jam WNI diculik oleh pasukan Israel saat hendak melakukan pelayaran kemanusiaan bersama komunitas internasional Global Sumud Flotilla pada Senin (18/5/2026).
Namun terpantau hingga Selasa (19/5/2026) siang, Kepala Negara RI itu belum mengucapkan sepatah katapun terhadap aksi penculikan pasukan Israel terhadap WNI.
Bahkan Menteri Luar Negeri RI Sugiono pun belum membuat pernyataan dan hanya anak buahnya di Kementerian Luar Negeri RI Juru Bicara 1 Kemlu Yvone Mewengkang yang membuat pernyataan mengecam.
Terpantau unggahan terakhir Prabowo di X pada 16 Mei 2026 lalu hanya mengucapkan selamat terhadap pelantikan Perdana Menteri Solomon Matthew Wale.
Sikap Indonesia ini berbeda 180 derajat dengan Malaysia. Saat peristiwa serupa dialami Malaysia, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim buru-buru mengucapkan kecaman terhadap Israel.
Bahkan kecaman disampaikan Anwar Ibrahim hanya selang beberapa jam usai menerima kabar penculikan WN Malaysia dalam pelayaran ke Gaza.
Dari berita sebelumnya Anwar Ibrahim melontarkan kecaman keras terhadap tindakan Israel yang menahan ratusan aktivis kemanusiaan di kapal Global Sumud Flotilla (GSF).
Kapal tersebut sedang berlayar menuju Gaza untuk menyalurkan bantuan ketika dihentikan secara paksa oleh militer Israel di perairan internasional.
Dalam pernyataan resmi, Anwar menyebut ada 23 warga Malaysia di antara para relawan yang ikut ditahan bersama aktivis dari berbagai negara lain.
Ia menegaskan bahwa misi flotilla ini sepenuhnya dilandasi rasa kemanusiaan terhadap penderitaan warga Gaza yang sudah lama terkepung blokade.
“Ini adalah misi kemanusiaan, bukan provokasi politik. Saya mendesak Israel untuk segera menghentikan intimidasi dan membebaskan semua relawan tanpa syarat,” ujar Anwar dengan nada tegas di Putrajaya, Rabu (1/10/2025).
Tak hanya itu, Anwar juga mengungkapkan bahwa ia telah menghubungi sejumlah pemimpin dunia untuk membahas langkah diplomatik.
Beberapa di antaranya adalah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Presiden Mesir Abdul Fatah al-Sisi, dan Perdana Menteri Qatar.
Menurutnya, solidaritas internasional diperlukan agar Israel tidak semena-mena memperlakukan para relawan.
Total ada 9 Warga Negara Indonesia (WNI) yang bergabung dalam Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) dan melakukan konvoi kapal menuju Gaza dalam misi kemanusiaan.
Dari jumlah tersebut, 5 WNI ditangkap militer Israel, dan 4 WNI lainnya masih berlayar di dua kapal berbeda.
“Berdasarkan informasi per pagi ini, dari total 9 WNI anggota Global Peace Convoy Indonesia atau GPCI yang tergabung dalam misi GSF 2.0, sebanyak 5 WNI dilaporkan telah ditangkap oleh militer Israel di sekitar Perairan Siprus atau Mediterania Timur. Sementara itu, 4 WNI lainnya yang berada di 2 kapal berbeda diketahui masih berlayar di sekitar Perairan Siprus,”
Mayoritas WNI yang ditangkap merupakan jurnalis satu aktivis yang ditangkap adalah Andi Angga Prasadewa dari Rumah Zakat yang menaiki kapal Josef.
Kemudian, tiga orang yang menggunakan kapal Ozgurluk, yakni Thoudy Badai seorang jurnalis Republika, Rahendro Herubowo jurnalis dari Inews, dan Andre Prasetyo Nugroho jurnalis dari TV Tempo.
Lalu, ada jurnalis Republika, Bambang Noroyono atau Abeng yang menaiki kapal yang berbeda, yakni BoraLize.
Sementara itu, empat WNI yang selamat adalah Hendro, As’ad, Herman, dan Ronggo. Mereka melanjutkan perjalanan berada dengan kapal Karsi, Sadabat, dan Zefiro.
Sumber: Tribun