

DEMOCRAZY.ID – Presiden ke-3 RI B.J. Habibie mencatatkan salah satu prestasi ekonomi terbesar sepanjang sejarah Indonesia dengan menguatkan nilai tukar Rupiah secara drastis dari level terburuknya sekitar Rp16.000 per dolar AS hingga mencapai kisaran Rp6.500 per dolar AS dalam waktu singkat, yakni sekitar 17 bulan masa pemerintahannya (1998–1999).
Meskipun berlatar belakang teknokrat dirgantara dan bukan ekonom, Habibie mengibaratkan kondisi Rupiah saat krisis 1998 seperti pesawat yang kehilangan daya angkat (stall).
Untuk menstabilkannya, beliau mengeksekusi tiga jurus kebijakan ekonomi yang radikal dan terukur.
Kombinasi dari kepastian hukum, independensi lembaga moneter, dan pembersihan sektor perbankan tersebut sukses memulihkan sentimen positif.
Arus modal asing kembali masuk ke Indonesia, inflasi ditekan hingga level satu digit (sekitar 2%), dan nilai Rupiah pun berhasil “dijinakkan” hingga menguat ke level terbaiknya pasca-krisis.
Simak dan tonton video respons Habibie pas rupiah melemah dan krisis moneter, beda jauh sama Prabowo…
👇👇
[VIDEO]
meanwhile habibie pas rupiah melemah & krisis moneter: https://t.co/5oZYR4yh6q pic.twitter.com/xsuRc4Yeta
Baca Juga— kale (@kalistohenituse) May 16, 2026