DEMOCRAZY.ID – Seorang wanita bernama Janice Randle ditemukan tewas di kamar tidurnya di Graham, Washington, AS pada November 1992 lalu.
Kasus itu terbongkar usai dua putrinya mempertanyakan lagi kasus tersebut.
Dilansir CNN, Jumat (1/5/2026), awalnya Janice Randle ditemukan tewas di Graham, Washington, pada November 1992.
Saat itu, anaknya Kourtney Lewis masih berusia 18 bulan. Saat ibunya tewas, Lewis menangis di tempat tidurnya di samping ibunya dengan popok penuh usai 14 jam sendirian.
Mulanya, penyidik menganggap kematian Jenice Randle sebagai kemungkinan overdosis setelah suami Randle yang telah berpisah memberi tahu mereka bahwa istrinya menyalahgunakan obat penghilang rasa sakit, menurut dokumen pengadilan. Saat itu ia berusia 40 tahun.
Berdasarkan otopsi yang ditemukan dalam dokumen pengadilan, tubuh Janice Randle memiliki banyak memar. Kemudian tidak ditemukan obat-obatan dalam tubuhnya.
Meskipun seorang penyidik pada saat itu mengatakan kematian itu “jelas merupakan pembunuhan,” pemeriksa medis akhirnya tidak menemukan penyebab kematian, menurut dokumen tersebut.
Kasus ini terbengkalai selama lebih dari tiga dekade.
Akhirnya kasus ini kembali mencuat karena Kourtney Lewis dan saudara perempuannya mempertanyakan kembali kasus tersebut.
Polisi menangkap James Robert Randle di sebuah panti jompo di Everett, Washington pada 1 April 2026.
Sebuah video penangkapan dari Kantor Sheriff Pierce County menunjukkan dia tampak terkejut dan bertanya, “ada apa ini?” saat petugas memborgolnya.
Randle (68) telah mengaku tidak bersalah atas tuduhan pembunuhan tingkat pertama, dan ditahan dengan jaminan $1 juta dengan tanggal persidangan sementara pada 20 Mei.
Pengacaranya tidak menanggapi permintaan komentar berulang dari CNN.
Selama beberapa dekade, kedua saudara perempuan itu menghindari membahas kasus ibu mereka.
Katie Wakin, yang berusia 14 tahun ketika Janice Randle meninggal, mengatakan bahwa dia telah lama mencurigai ayah Lewis – ayah tirinya saat itu – ada hubungannya dengan itu. Tetapi dia tetap diam untuk menghindari menyakiti saudara perempuannya.
Saat ayah mereka ditangkap, Kourtney Lewis sedang bersiap untuk berangkat kerja. Seorang detektif yang memberitahunya melalui telepon mengatakan bahwa polisi telah menangkap seorang tersangka dalam pembunuhan ibunya yang hampir 34 tahun berlalu.
Tersangka itu ternyata ayah Lewis. Kourtney pun kaget dan gemetar saat mendapat telepon itu.
“Hati saya hancur. Tangan saya gemetar,” katanya kepada CNN.
“Tidak ada yang benar-benar bisa mempersiapkan saya. Saya memiliki dua pikiran secara bersamaan: ‘Kita yang melakukannya,’ dan ‘Ya Tuhan, apa yang telah kita lakukan?'”
Bagi Lewis dan saudara tirinya, Katie Wakin, yang juga berada di telepon, berita itu menandai titik balik dalam kasus yang telah membentuk sebagian besar hidup mereka.
Sumber: Detik