DEMOCRAZY.ID – Nur Ainia Eka Rahmadyna, karyawan Kompas TV, ditemukan meninggal dunia setelah menjadi korban kecelakaan yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.
Nur Ainia dilaporkan hilang usai pulang kerja dari Palmerah, Jakarta Pusat.
Kabar duka ini menyisakan kehilangan mendalam, baik bagi keluarga maupun rekan kerja, terlebih karena almarhumah dikenal sebagai tulang punggung keluarga.
Peristiwa bermula saat Ainia menyelesaikan pekerjaannya dan tercatat meninggalkan kantor pada pukul 19.31 WIB.
Ia diketahui menjalani rutinitas seperti biasa dengan menggunakan kereta rel listrik (KRL) untuk pulang ke rumahnya di kawasan Tambun, Bekasi.
“Dia kemarin (Senin) itu meninggalkan kantor berdasarkan di mesin absensi itu pukul 19.31 WIB,” ujar Martian Damanik, Wapemred Kompas TV saat dikonfirmasi Warta Kota Network, Rabu (29/4/2026).
Dalam kesehariannya, Ainia menempuh perjalanan dari Palmerah menuju Tanah Abang, lalu melanjutkan perjalanan ke arah Cikarang sebelum turun di Tambun.
Setibanya di sana, ia biasanya dijemput sang adik. Namun pada malam kejadian, Ainia tidak kunjung tiba di titik penjemputan.
Kondisi ini membuat keluarga khawatir karena ponselnya tidak dapat dihubungi pihak keluarga.
“Biasanya di Tambun itu dijemput adiknya. Eh, ternyata kok nggak muncul, nggak bisa dihubungi,” ungkap Martian.
Merasa ada yang tidak beres, sang adik kemudian menghubungi pihak kantor sekitar pukul 22.00 WIB untuk meminta bantuan pencarian.
Sejak saat itu, komunikasi intens dilakukan antara keluarga dan rekan kerja.
“Sekitar jam 10-an kita kantor sudah tahu, kita mulai melakukan pencarian itu, hubungi sana-sini,” jelasnya.
Upaya pencarian dilakukan dengan mendatangi sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi dan sekitarnya.
Namun hingga malam berganti siang, keberadaan Ainia belum juga ditemukan.
Hingga akhirnya, pada siang hari, keluarga mendapatkan petunjuk untuk melakukan pengecekan di Rumah Sakit Polri.
Di lokasi tersebut, identitas Ainia terkonfirmasi setelah melalui proses resmi.
“Baru teridentifikasi Selasa bahwa Ainia meninggal, jadi korban,” kata Martian.
Jenazah almarhumah rencananya akan dimakamkan Rabu, (29/4/2026) di dekat kediamannya di Tambun, Bekasi.
Di matanya, Ainia dikenal sebagai sosok yang disiplin, teliti, dan sangat membantu dalam pekerjaan.
“Kami sangat kehilangan, dia sangat helpful, profesional, dan komunikatif dengan tim,” ujarnya.
Ainia telah bekerja selama kurang lebih 11 tahun di bagian News Production Support.
Dedikasinya yang tinggi membuatnya dihormati rekan-rekannya di lingkungan kerja.
Selain dikenal sebagai pekerja yang andal, Ainia juga belum menikah dan menjadi tulang punggung keluarga.
“Dia masih single, dan dia tulang punggung keluarga juga,” pungkasnya.
Sumber: Tribun