Pecah Kongsi Makin Panas! Rismon Sianipar Bongkar ‘Borok’ Roy Suryo: Sebut Peneliti Gadungan Hingga Manipulasi Data Ijazah?

DEMOCRAZY.ID – Panggung polemik ijazah palsu yang selama ini menyeret nama-nama besar kini memasuki babak baru yang mengejutkan.

Alih-alih kompak melawan “musuh” yang sama, aliansi antara ahli digital forensik Rismon Sianipar dan pakar telematika Roy Suryo justru hancur berantakan.

Dalam pernyataan terbaru yang menggetarkan jagat maya, Rismon Sianipar secara terang-terangan menyerang Roy Suryo dengan sebutan menohok: “Peneliti Gadungan.”

Tudingan Tak Berdasar: Di Mana Metodenya?

Rismon, yang sebelumnya dikenal sejalan dengan Roy Suryo dalam mengkritisi dokumen negara, kini berbalik arah 180 derajat.

Ia mempertanyakan kredibilitas ilmiah mantan Menpora tersebut.

“Ternyata dia bukan peneliti. Dia peneliti gadungan,” tegas Rismon melalui kanal YouTube Balige Academy.

Rismon menantang Roy Suryo untuk membuktikan klaim fenomenalnya yang menyebut bahwa ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, 99,9% palsu.

Menurut Rismon, setelah ia membedah buku Jokowi’s White Paper, tidak ditemukan satu pun angka atau metode ilmiah yang mendukung pernyataan bombastis Roy Suryo tersebut.

“Itulah hoaks yang terus diglorifikasi. Dia bilang 99,9 persen palsu, tapi metodenya apa? Di halaman berapa itu ditulis? Tidak ada!” semprot Rismon dengan nada tinggi.

Jejak Akademik yang Dipertanyakan

Tak berhenti di situ, Rismon juga menyoroti rekam jejak akademik Roy Suryo di dunia digital.

Ia menyebutkan bahwa profil Roy tidak ditemukan di Google Scholar, sebuah basis data literatur ilmiah yang lazim dimiliki oleh peneliti profesional.

“Tidak ada satu pun tulisannya atau bukunya yang dirujuk oleh penulis lain. Pantas saja Google Scholar-nya tidak ada,” tambahnya.

Reaksi Dingin Roy Suryo: “Selamat Jalan Zombie”

Mendapat serangan bertubi-tubi dari mantan rekannya, Roy Suryo tidak tinggal diam.

Namun, alih-alih memberikan argumen teknis, Roy memilih membalas dengan sindiran pedas yang tak kalah tajam.

Roy menyebut Rismon sebagai “Zombie” atau mayat hidup. Ia mengisyaratkan bahwa Rismon kini sudah kehilangan integritas dan hanya menjadi alat kepentingan politik tertentu.

“Saya tidak perlu menjawab ‘Si Omon’ ya, karena dia sebenarnya sudah menjadi zombie. Masyarakat lupakan saja si zombie ini. Selamat jalan, zombie,” ujar Roy Suryo dalam kanal YouTube resminya.

Roy juga menyindir balik latar belakang pendidikan Rismon di Jepang yang ia sebut bermasalah, menambah panas api perseteruan pribadi di antara keduanya.

Ada Apa di Balik Pecah Kongsi Ini?

Publik kini bertanya-tanya, apa yang sebenarnya terjadi?

Rismon menduga ada motif politik menuju 2029 dan keuntungan materi dari penjualan buku di balik kegigihan Roy Suryo menyuarakan isu ijazah palsu.

Ia bahkan menuding adanya penggelapan keuntungan buku yang melibatkan pihak lain dalam lingkaran mereka.

Di sisi lain, para pendukung Roy Suryo menilai Rismon telah “berpindah haluan” setelah status hukumnya yang kian terhimpit dalam beberapa kasus terakhir.

Siapa yang Jujur?

Drama antara Roy Suryo dan Rismon Sianipar ini bukan sekadar debat kusir biasa.

Ini adalah pertaruhan kredibilitas dua tokoh yang selama ini dianggap sebagai “wasit” digital di Indonesia.

Apakah Roy Suryo benar-benar memiliki bukti ilmiah yang selama ini ia klaim, ataukah Rismon Sianipar benar bahwa semua ini hanyalah panggung politik demi konten dan cuan?

Sumber: Akurat

Artikel terkait lainnya