DEMOCRAZY.ID – Memasuki hari ke-13 konflik, keberadaan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menjadi sorotan.
Hal ini muncul setelah beredarnya rumor liar yang menyebut bahwa Netanyahu dan keluarganya terkena serangan rudal dan drone dari Iran.
Rumor tersebut semakin memanas setelah militer Iran menyatakan bahwa Netanyahu mungkin saja telah tewas atau terluka dalam serangan yang mereka klaim berhasil dilakukan baru-baru ini.
Sejak saat itu, sejumlah media di Tehran mulai memberitakan spekulasi mengenai keberadaan pemimpin Israel tersebut.
Kantor berita yang berafiliasi dengan Iran, Tasnim News Agency, bahkan menyoroti beberapa hal yang dianggap mencurigakan, seperti jarangnya Netanyahu muncul di depan publik, pengamanan yang diperketat di sekitar kediamannya, serta penundaan mendadak sejumlah perjalanan diplomatik.
Hal-hal ini memicu spekulasi global mengenai kondisi sebenarnya dari pemimpin Israel tersebut.
Seiring Iran melancarkan rentetan serangan rudal dan drone ke Israel, berbagai klaim di media sosial yang menyebut Netanyahu tewas telah menyebar luas.
Bahkan belakangan muncul pula unggahan viral yang menyebut saudara Netanyahu, Iddo Netanyahu, tewas dalam serangan udara Iran di Tel Aviv.
Beberapa unggahan lain juga menyatakan bahwa Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, mengalami luka-luka dalam serangan yang sama.
Namun, seluruh klaim tersebut tidaklah benar. Tidak ada laporan resmi yang menyatakan bahwa Benjamin Netanyahu atau saudaranya menjadi korban serangan udara Iran.
Informasi yang menyebut Itamar Ben-Gvir terluka juga terbukti tidak akurat dan termasuk dalam rangkaian misinformasi yang beredar terkait perang Iran.
Saat ini PM Israel itu dipastikan masih hidup.
Tak lama setelah serangan ke Tehran yang dilaporkan menewaskan Ali Khamenei, sejumlah unggahan di media sosial juga sempat menyebut berdasarkan data radar penerbangan, Netanyahu diam-diam meninggalkan Israel menuju Jerman.
Pada saat yang sama, rumor tak terverifikasi yang menyebut ia telah dibunuh juga beredar luas di internet.
Namun, kabar tersebut langsung terbantahkan oleh sejumlah penampilan publik Netanyahu.
Dalam beberapa hari setelahnya, ia terlihat berada di Tel Aviv, mengunjungi lokasi-lokasi yang rusak akibat serangan serta menghadiri sejumlah kegiatan resmi.
Penampilan publik terbarunya terjadi pada Selasa, 9 Maret, di Pelabuhan Ashdod pelabuhan terbesar di Israel.
Saat itu ia terlihat bersama Menteri Transportasi Israel, Miri Regev.
Di sisi lain, pasukan keamanan Israel juga disebut telah memperketat pengamanan di sekitar kediaman Netanyahu di Yerusalem.
Tindakan ini diambil sebagai bentuk antisipasi kemungkinan serangan balasan dari Iran.
Seperti dilaporkan media Israel pada Minggu, 8 Maret 2026, badan keamanan dalam negeri Israel, Shin Bet, dilaporkan mulai mengerahkan drone untuk memantau area sekitar rumah Netanyahu.
Sumber: VIVA