‘4 Blunder’ Jokowi Terkait Kasus Ijazahnya Menurut Dokter Tifa

DEMOCRAZY.ID – Tersangka kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa menyebut Jokowi telah melakukan 4 blunder atau kesalahan besar terkait polemik ijazahnya.

Keempat blunder Jokowi itu Tifa ungkapkan melalui akun media sosialnya di X, @DokterTifa, pada Senin (19/1/2026).

Bahkan, Tifa menyebut bahwa Jokowi telah membuat Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis menjadi pengkhianat dalam perjuangannya sendiri karena keduanya kini terbebas dari status tersangka.

“Dalam pertarungan ijazah sebetulnya Jokowi (dengan alatnya Polisi) sudah melakukan blunder berkali-kali,” tulis Tifa.

Menurut Tifa, blunder pertama Jokowi adalah menyelundupkan pasal-pasa besar supaya Trio RRT, yakni Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan Dokter Tifa, ditahan sejak 30 April 2025.

“Mengelak melaporkan orang dan hanya melaporkan peristiwa, artinya pasal delik aduan tidak bisa berlaku demikian juga pasal-pasal yang lain,” katanya.

Blunder kedua Jokowi, Tifa menilai dalam gelar perkara khusus di Polda Metro Jaya pada Senin (15/12/2025), terungkap bahwa Jokowi melaporkan Trio RRT.

“Ternyata di gelar perkara khusus ketika kami bisa membaca Laporan Polisi yang dibuat Joko Widodo ternyata dia melaporkan kami!” kata Tifa.

Selanjutnya, blunder ketiga Jokowi yaitu terkait sosok Kasmudjo yang sempat disebut Jokowi sebagai dosen pembimbing skripsinya, tetapi ternyata hanya pembimbing akademik.

“Blunder berikutnya soal pak Kasmudjo, KKN, dan lain lain ada begitu banyak blunder-blunder,” tulis Tifa.

Blunder terakhir yang dilakukan Jokowi yakni membebaskan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis dari status tersangka setelah menemuinya di rumahnya di Surakarta, Jawa Tengah.

“Sampai kepada blunder terbesar saat ini, adalah membuat ES (Eggi Sudjana) dan DHL (Damai Hari Lubis) jadi pengkhianat perjuangannya sendiri!”kata Tifa.

“Masalahnya adalah: salah orang! Jika menyuruh seorang pengkhianat melakukan pengkhianatan, maka tentulah dilakukan dengan senang hati karena itulah habit dia selama ini. Itu sih bukan kemenangan. Cemen!”

“Saya baru akan angkat topi jika berhasil memaksa orang yang paling tegar, bersih, teguh, kokoh untuk berkata: Ijazah Jokowi Asli!” jelasnya.

Sebelumnya, Dokter Tifa juga mengaku khawatir dengan kondisi kesehatan Jokowi yang belakangan ini disebut-sebut mengalami penyakit kulit.

Tifa menyebut jika Jokowi ingin mendapatkan perawatan darinya, maka ia akan dengan senang hati membantu.

“Mas Ade sampaikan ke Pak Jokowi ya ini kan bisa disampaikan S2-nya tuh imunologi loh gitu jadi kalau Bapak dengan kondisi kesehatan beliau tuh saya sangat khawatir. Kalau memang Pak Jokowi ingin treatment dengan senang hati (memberikan perawatan),” kata Tifa kata Tifa dalam Program ‘ROSI’ Kompas TV, pada Kamis (15/1/2026) malam.

“Bukan (saya ke Solo), kalau beliau ingin saya treatment (datang ke Tifa). Dokter kan tidak boleh menolak pasien loh, dengan senang hati saya akan membantu beliau gitu loh. Kita tuh meninggikan kemuliaan dan keluhuran budi gitu loh,” ujarnya.

Alasan kondisi kesehatan Jokowi ini juga membuat Tifa mewacanakan agar Jokowi mengajukan Restorative Justice dalam kasus tudingan ijazah palsu yang menjerat Trio RRT.

“Seperti misalnya saya mengusulkan, Mas Ade bilang sama Pak Jokowi agar mengajukan restorative justice karena restorative justice itu adalah keadilan,” tutur dia.

“Misalnya begini ya apa namanya, apa yang kita mau Restorative ya kan. Ya Pak Jokowi mengakui misalnya ‘oh ternyata ijazah yang selama ini saya gunakan, dengan kealpaan saya ternyata bukan ijazah yang asli ya kan,'” lanjutnya.

Sumber: Tribun

Artikel terkait lainnya