Disinggung Pandji Soal Pencucian Uang, Video Raffi Ahmad-Erick Thohir Ramai Lagi!

DEMOCRAZY.ID – Nama Raffi Ahmad kembali jadi sasaran pemberitaan negarif seputar money laundry atau pencucian uang.

Komika Pandji Pragiwaksono tengah menjadi sorotan publik setelah materi pertunjukan stand-up comedy berjudul Mens Rea viral di media sosial.

Dalam salah satu bagiannya, Pandji menyebut nama Raffi Ahmad saat membahas isu money laundry.

Awalnya, Pandji membahas sebuah perumpamaan tentang seorang jenderal polisi yang memiliki bisnis gelap dan memperoleh dana hingga Rp100 miliar.

Dari uang itu, pejabat menyebar uangnya ke sejumlah bisnis, alih-alih memasukkan ke rekening pribadi agar terhindar dari PPATK.

“Dari bisnis narkoba ini dia dapat Rp100 miliar. Ini uang haram. Mau dikemanain Rp100 miliar? Masuk rekening nggak mungkin,” ujar Pandji Pragiwaksono dalam Mens Rea.

Menurut Pandji, uang hasil kejahatan Jenderal Polisi itu dialihkan ke berbagai bisnis legal.

“Diputer ke sejumlah bisnis. Sepuluh bisnis. Masing-masing Rp10 miliar. 10, 10, 10, 10, habis,” ujar Pandji.

Tak lama kemudian, salah seorang dari penonton menyeletuk nama Raffi Ahmad.

Mendengar itu, Pandji pun merespons dengan menyebut Rafii Ahmad adalah temannya.

“Raffi Ahmad. Apaan sih lu? Gila kali lu, ya? Friend gue! Friend gue itu. Raffi Ahmad friend, Bro!” ujar Pandji.

Namun, Pandji menegaskan penyebutan nama Raffi Ahmad itu hanyalah contoh fiktif dalam topik yang sedang dibahas, bukan sebuah tuduhan.

“Menurut keyakinan gue, mah dia bilang Raffi Ahmad. Ya sudah, misalnya Raffi Ahmad. Nah! Kan misalnya,” ujar Pandji.

Bukan Pertama Kali

Tuduhan pencucian uang bagi Raffi Ahmad sebenarnya sudah lama ada.

Pernyataan lama Menteri Erick Thohir soal isu money laundry kembali mencuat di media sosial. Video itu diunggah Erick di akun Tiktoknya pada 5 Februari 2024.

“Saya sama Raffi yang lagi digosipin pencucian uang,” kata Erick.

Mendengar hal itu, Raffi Ahmad yang berada di sebelah Erick langsung merespons.

“Masa saya digosipin pencucian uang, Pak Erick?” kata Raffi.

Erick meminta agar gosip seperti ini tak dilontarkan kepada anak muda yang sedang berjuang membesarkan bisnisnya.

“Gini loh, kalau ada generasi muda yang sedang membangun usahanya itu harusnya didukung bukan digosipin yang aneh-aneh. Dan, saya yakin Raffi tidak di situ,” katanya.

Erick pun mengaku tahu perjalanan karir Raffi Ahmad dari sejak masih di dunia pertelevisian. Ia bahkan menyebut Raffi sebagai sosok pekerja keras.

“Saya tahu bagaimana dulu waktu sama saya di TV, kita sebutin TV-nya enggak apa-apa lah, di ANTV dulu, saya tahu bagaimana bener-bener kerja mati-matian ngumpulin rupiah demi rupiah,” ujar Erick.

Raffi Ahmad pun kembali menjelaskan, nilai kekayaan yang sering dibicarakan publik berasal dari valuasi perusahaan yang ia bangun bersama timnya, serta juga dari proses pendanaan investor.

“Itu kan karena memang perusahaannya saja, kan nilai valuasi perusahaan akhirnya. Kemarin aja ada beberapa yang sudah mau invest, bener kan? Kita memang fundraising,” kata Raffi.

Menutup videonya, Erick mengatakan praktik pendanaan melalui investor adalah hal lumrah dalam bisnis.

Menurutnya, membesarkan perusahaan saat ini sering dilakukan dengan menitipkan modal dari pihak lain secara legal dan transparan.

“Sekarang dunia itu kadang-kadang kita membesarkan perusahaan itu dengan orang menitipkan uangnya ke kita. Pakai investor, jelas. Udah lah jalan terus Raffi, jangan takut. Kita dorong anak-anak muda lain yang terus jadi pengusaha juga,” ujar Erick.

[VIDEO]

Gurita Bisnis Raffi Ahmad

Terlepas dari tuduhan pencucian uang, Raffi memang layak disebut “sultan”. Bisnisnya merajalela hampir di semua segmen.

Mulai dari makanan, pakaian, hingga parfum dilakoni Raffi dengan kerajaan bisnisnya.

Meski begitu, perjalanan bisnis Raffi Ahmad memang tidak selalu mulus.

Grand Opening lini bisnisnya yang meriah, tak sejalan dengan ramainya pengunjung/pembeli yang datang.

Raffi juga mengalami penurunan bisnis hingga usahanya bangkrut karena sepi peminat. Berikut ini deretan bisnis Raffi Ahmad yang bangkrut dirangkum dari beberapa sumber:

RANS Nusantara

Raffi Ahmad masuk bisnis furnitur lewat RANS Entertainment bekerja sama dengan Dio Living pada 2022. Namun terjadi pecah kongsi, sehingga RANS Nusantara akhirnya ditutup.

RA Jeans

Brand fesyen milik Raffi Ahmad yang menjual celana jeans dan kaus berlogo RA. Bisnis ini tak bertahan lama, banyak toko tutup dan produknya ditarik dari pasar.

Nagitoz

Camilan keripik talas hasil kolaborasi Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, dengan berbagai varian rasa. Sempat dijual di minimarket dan marketplace, namun berhenti beroperasi sejak 2020.

King Kong Snack

Produk keripik singkong dengan berbagai rasa dan harga terjangkau sekitar Rp10 ribu. Diluncurkan bersamaan dengan Nagitoz, tetapi juga tidak bertahan lama.

Bakmi RN

Bisnis kuliner yang diluncurkan pada 2017 dengan nama gabungan Raffi–Nagita. Sempat populer dan punya banyak cabang di mal, namun ditutup pada pertengahan 2019.

Mango Bomb

Minuman olahan mangga yang populer pada 2017, hasil kerja sama Raffi Ahmad dan Rudy Salim. Bisnis ini hanya bertahan sekitar dua tahun dan tutup pada 2019.

Gigieat Cake

Bisnis bolu kekinian untuk Nagita Slavina yang berjalan sekitar 2018–2019 dan sempat membuka cabang di Bekasi, Serpong, dan Bandung, sebelum akhirnya berhenti beroperasi.

Intip Kekayaan Raffi Ahmad

Sejak tahun 2024, Raffi Ahmad ditunjuk sebagai Utusan Khusus Presiden untuk bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni.

Dengan jabatan ini, Raffi diwajibkan melaporkan harta kekayaannya melalui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

Laporan tersebut diserahkan pada 27 Desember 2024, dan dipublikasikan ke publik pada 31 Januari 2025.

Hasilnya cukup mencengangkan, total kekayaan Raffi Ahmad tercatat sebesar Rp1.033.996.390.568, atau lebih dari Rp1 triliun.

Salah satu sumber pendapatan digital terbesar Raffi berasal dari kanal YouTube miliknya, RANS Entertainment, yang dibuat pada 27 Desember 2015.

Kanal ini telah memiliki 27 juta subscriber, dengan sekitar 4.800 video, dan 7.1 miliar total views.

Menurut estimasi dari Social Blade, pendapatan bulanan dari kanal YouTube milik Raffi Ahmad berkisar antara US$3.000 – US$48.000, atau sekitar Rp49 juta – Rp797 juta.

Sementara itu, pendapatan tahunannya diperkirakan antara US$46.000 – US$741.000, atau sekitar Rp764 juta – Rp12.3 miliar.

Namun, seperti halnya kreator besar lainnya, angka riil penghasilan Raffi dari YouTube kemungkinan jauh lebih tinggi jika memperhitungkan pendapatan dari sponsorship, product placement, iklan berbayar, dan berbagai kolaborasi komersial lainnya.

Selain itu, Raffi Ahmad membangun sebuah konglomerasi media dan gaya hidup melalui payung usaha RANS.

Sumber: Inilah

Artikel terkait lainnya