Kacau! Ramai Donatur Batalkan Pengiriman Bantuan Banjir Aceh, Diduga Ada Intervensi Pemda

DEMOCRAZY.ID – Sejumlah donatur disebut membatalkan pengiriman bantuan ke wilayah terdampak banjir di Aceh.

Pembatalan ini terjadi setelah muncul dugaan adanya intervensi dari pemerintah daerah terkait mekanisme distribusi logistik.

Dugaan tersebut mencuat setelah seorang pekerja maskapai Susi Air mengungkap.

Adanya prosedur baru yang mengharuskan seluruh bantuan diserahkan terlebih dahulu kepada pemerintah daerah sebelum didistribusikan.

Menurut pekerja tersebut, pihak maskapai hanya dapat menerima cargo bantuan apabila donatur menyerahkannya melalui pemerintah daerah.

Ia menyebut aturan itu diterapkan sebagai mekanisme tunggal pendistribusian bantuan kepada korban bencana.

“Semua bantuan harus diserahkan ke pemerintah daerah dan hanya pemerintah daerah yang bisa mendistribusikan,” ujarnya saat dihubungi pada Jumat, 5 Desember 2025.

Pernyataan ini membuat sebagian donatur mempertimbangkan ulang pengiriman bantuan, bahkan sebagian membatalkannya.

Mereka menilai prosedur tersebut dapat memperlambat penyaluran, terutama ke wilayah yang membutuhkan pasokan cepat seperti pangan, obat-obatan, dan perlengkapan darurat.

Namun, Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, membantah keras adanya intervensi pemerintah daerah dalam proses pengiriman logistik.

Ia memastikan semua pihak diperbolehkan mengirimkan bantuan langsung ke titik bencana tanpa hambatan.

“Siapa pun bisa membawa bantuan langsung ke lokasi terdampak,” katanya pada Sabtu, 6 Desember 2025. Dilansir dari Instagram @voktis.id

Kendati begitu, ia menekankan pentingnya koordinasi antara donatur dan posko pemerintah Aceh untuk memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran.

Ia menuturkan, koordinasi dibutuhkan agar pemerintah dapat mengarahkan bantuan ke lokasi yang masih kekurangan suplai dan menghindari penumpukan di titik tertentu.

“Agar mereka mengetahui titik-titik mana saja yang belum atau sudah sesuai kebutuhan pengungsi,” jelasnya.

Muhammad juga mengungkapkan bahwa pemerintah daerah membantu sejumlah donatur yang terkendala sarana transportasi untuk menjangkau wilayah terdampak banjir.

Ia menyebut fasilitas transportasi, baik darat, laut, maupun udara, kini menjadi fokus utama pemerintah untuk mempercepat penyaluran logistik ke area paling sulit dijangkau.

“Kami sekarang fokus distribusi logistik melalui tiga matra, yaitu laut, udara, dan darat,” ujarnya.

Hingga saat ini, sebagian besar bantuan masih terus mengalir ke wilayah yang terdampak paling parah.

Pemerintah daerah memastikan proses distribusi tetap berjalan meski terdapat perbedaan persepsi antara donatur dan pihak pemerintah terkait mekanisme penyaluran.

Sementara itu, masyarakat berharap agar seluruh pihak dapat berkoordinasi secara lebih terbuka agar bantuan tidak terhambat di tengah kondisi darurat banjir yang masih berlangsung.

Sumber: PojokSatu

Artikel terkait lainnya