4 Hal Dahsyat dari Ayat Kursi, Kaum Muslim Wajib Tahu!

DEMOCRAZY.ID – Ada beberapa hal dahsyat dari keajaiban Ayat Kursi yang perlu diketahui umat Muslim.

Apa saja hal-hal dahsyat tersebut? Simak penjelasannya berikut ini.

Ayat kursi adalah bagian dari surat Al-Baqarah dan merupakan ayat ke 255 dari surat tersebut.

Ayat kursi terdiri dari 9 kalimat yang menceritakan segala hal yang ada karena Allah.

Itulah mengapa, meskipun seluruh ayat dari semua surat di Al-Qur’an adalah mulia, namun ayat kursi ini memiliki keutamaannya sendiri.

Dikutip dari buku ‘ Keajaiban Ayat Kursi ‘ karya DR Ahmad Asy-Syarqawi, dijelaskan bahwa ayat kursi adalah benteng penjaga yang tidak bisa ditembus oleh jin dan setan.

Setiap orang yang membacanya seusai salat menjadikannya dilindungi Allah sepanjang hari. Bahkan, pelakunya akan mendapatkan kabar gembira sebagai calon-calon penghuni surga .

Disarikan dari Al-Qur’an Alhadi, berikut hal-hal dahsyat Ayat Kursi tersebut:

1. Mengandung Nama dan Sifat Allah

Pada kalimat pertama mengandung dua nama Allah, Al-Hayyu (Yang Maha Hidup) dan Al-Qayyuum (Yang Maha Mandiri).

“Allaahu laa ilaaha illaa huw, al-hayyul-qayyuum”

“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya)”

Sebagaimana pada kalimat terakhir yang juga mengandung dua nama Allah, Al-‘Aliy (Yang Maha Tinggi) dan Al-‘Azhiim (Yang Maha Agung).

“wa huwal-‘aliyyul-‘aẓiim” (dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar)

2. Memberitahu Sifat Manusia sekaligus Keagungan Allah

Pada kalimat kedua, Allah memberitahu kita kalau manusia bisa lelah dan mengantuk, sementara Allah tidak.

“laa ta`khużuhuu sinatuw wa laa na`ụm” (tidak mengantuk dan tidak tidur)

Sedangkan pada kalimat kedelapan, Allah memberi tahu kita kalau meskipun Allah harus menjaga langit dan Bumi seisinya, Allah sama sekali tidak lelah.

“wa laa ya`ụduhụ ḥifẓuhumaa” (Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya)

3. Salah Satu Ayat yang Derajatnya Paling Tinggi

Abu Hurairah RA berkata: Rasulullah SAW mengatakan, Segala sesuatu itu memiliki pundak/puncak, dan pundak/puncaknya al-Qur’an itu adalah surah al-Baqarah.

Dalam surah itu terdapat satu ayat, ayat tersebut merupakan ayat paling utama dalam al-Qur’an, Itulah ayat al-Kursi.

Hadits dha’if, diriwayatkan oleh al-Tirmizi (hadis no. 2803).

Dia mengisyaratkan ke-“dha’if”-an (Hadits yang tingkatannya di bawah hadits hasan atau tidak memenuhi syarat sebagai hadits shahih maupun hasan) hadits ini karena salah seorang perawi (seseorang yang meriwayatkan suatu hadits) dalam sanad (urutan orang-orang yang menjadi sandaran atau jalan yang menghubungkan satu hadits atau sunnah sampai kepada Nabi SAW) ini adalah Hakim bin Jubair yang menurut banyak kritikus rijalul hadits (perawi) sebagai perawi yang dha’if (“lemah”) – Taqrib al-Tahdzib, jil. I, hal. 176, perawi no. 1468.

4. Baca Ayat Kursi di Malam Hari, akan Dijauhi Setan sampai Pagi Datang

Sebagaimana disebutkan dalam hadis:

Abu Hurairah RA berkata: Saya (Abu Hurairah) telah ditugaskan oleh Rasulullah saw untuk menjaga hasil zakat yang diambil pada bulan Ramadhan (makanan dll), tiba-tiba datang seseorang yang mengambil makanan.

Saya pun merampasnya lagi dan berkata: Akan saya adukan kamu kepada Rasulullah SAW! Kemudian saya pun menceritakannya, termasuk pesan orang tersebut yang berkata : Jika kamu ingin tidur bacalah ayat al-Kursi niscaya kamu akan selalu dalam lindungan Allah dan setan tidak bisa mendekatimu sampai pagi.

Lalu, Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam berkomentar:

Dia telah jujur kepadamu padahal dia adalah pendusta, dia itu adalah setan.

(Hadis sahih, diriwayatkan oleh al-Bukhari secara mua’llaq (suatu ketentuan atau takdir dari Allah SWT, namun masih bisa diubah dengan usaha atau ikhtiar manusia) – hadis no. 5010 dan pada kitab Wakalah bab Iza Wakkala Rajulan)

Sumber: SindoNews

Artikel terkait lainnya