DEMOCRAZY.ID – Percakapan telepon selama satu jam antara dua pemimpin dunia kembali menyorot dua konflik terbesar yang tengah mengguncang geopolitik global: perang di Timur Tengah dan perang di Eropa Timur.
Presiden Rusia dan Presiden Amerika Serikat membahas secara langsung situasi yang terus memanas di kedua kawasan tersebut.
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump melakukan pembicaraan telepon pada Senin untuk membahas perang yang melibatkan Iran serta konflik yang masih berlangsung di Ukraina.
Menurut pernyataan Kremlin, percakapan itu berlangsung sekitar satu jam dan disebut sebagai dialog yang “serius dan konstruktif”.
Pembicaraan tersebut menjadi komunikasi langsung pertama antara kedua pemimpin sejak Desember lalu.
Penasihat diplomatik Kremlin, Yury Ushakov, mengatakan Washington yang mengajukan pembicaraan tersebut untuk membahas sejumlah isu internasional yang mendesak.
Dalam percakapan itu, Putin menyoroti situasi konflik di Timur Tengah, khususnya perang yang melibatkan Iran dan sekutunya dengan Amerika Serikat serta Israel.
Rusia selama ini dikenal sebagai salah satu mitra strategis Teheran.
Menurut Ushakov, Putin menekankan perlunya penyelesaian cepat melalui jalur politik dan diplomatik untuk menghentikan perang tersebut.
Moskow menilai eskalasi konflik berpotensi memperburuk stabilitas kawasan dan memicu dampak global, terutama di sektor energi.
Selain Timur Tengah, perang di Ukraina juga menjadi topik utama.
Putin menjelaskan kepada Trump perkembangan terbaru di garis depan pertempuran antara pasukan Rusia dan Ukraina.
Ia menyebut pasukan Rusia saat ini terus membuat kemajuan di beberapa sektor medan perang, meskipun konflik yang telah berlangsung selama empat tahun itu belum menunjukkan tanda-tanda akan segera berakhir.
Dalam pembicaraan tersebut, Putin juga disebut memberikan penilaian positif terhadap upaya mediasi yang dilakukan Trump terkait konflik Ukraina.
Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah pertemuan diplomatik telah digelar antara pejabat Rusia, Amerika Serikat, dan Ukraina, namun belum menghasilkan terobosan menuju gencatan senjata.
Setelah pembicaraan itu, Trump mengatakan kepada wartawan bahwa diskusinya dengan Putin berlangsung dalam suasana yang positif.
“Kami berbicara tentang Ukraina, yang merupakan konflik yang tampaknya tidak pernah berakhir,” kata Trump. “Tetapi saya pikir itu adalah panggilan yang positif.”
Trump juga menyinggung situasi pasar energi global yang terguncang akibat perang di Timur Tengah.
Ia mengatakan pemerintah Amerika Serikat sedang mempertimbangkan pelonggaran sebagian sanksi minyak terhadap beberapa negara guna meningkatkan pasokan energi dunia dan menurunkan harga.
Namun Trump tidak menyebut negara mana yang akan mendapat pelonggaran sanksi tersebut maupun detail kebijakan yang akan diambil.
Hubungan antara Washington dan Moskow tetap berada dalam kondisi tegang sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022.
Meski demikian, komunikasi langsung antara kedua pemimpin dunia masih berlangsung untuk membahas isu-isu strategis yang memengaruhi stabilitas global.
Putin dan Trump terakhir kali bertemu langsung dalam sebuah pertemuan puncak di Alaska pada Agustus tahun lalu.
Pembicaraan terbaru mereka menunjukkan bahwa di tengah konflik yang terus memanas, jalur diplomasi tetap menjadi ruang penting untuk meredakan ketegangan internasional.
Sumber: Herald