Noel Ebenezer Ingatkan PDIP: Banteng Lagi Diburu ‘Anjing Liar’!

DEMOCRAZY.ID – Terdakwa kasus dugaan pemerasan dan gratifikasi mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel mengingatkan PDI Perjuangan (PDIP) bahwa kader-kadernya sedang diburu ‘anjing liar’.

‘Anjing liar’ tersebut merujuk pada Aparat Penegak Hukum (APH).

“Juga saya ingin sampaikan ke kawan-kawan PDIP, kader-kader PDIP sekarang lagi diburu oleh ‘anjing-anjing liar’,” ujar Noel usai menjalani persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Senin (6/4).

“Banteng sedang diburu oleh ‘anjing-anjing liar’,” imbuhnya.

Noel yang diproses hukum oleh KPK menggambarkan “anjing liar” tersebut adalah APH yang sering berbohong.

“Kawan-kawan tinggal simpulkan, siapa aparat penegak hukum yang suka berbohong? Nah, mereka lah yang saya identikkan seperti ‘anjing liar’,” tutur mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan ini.

“Sampaikan ke Bu Mega (Ketua Umum PDIP) dan juga Mas Hasto (Sekretaris Jenderal PDIP), ‘anjing liar’ sedang memburu banteng,” tandasnya.

Noel menjelaskan ‘perburuan’ tersebut sarat dengan agenda politik besar.

Kata dia, PDIP diincar karena menjadi satu-satunya partai dengan akar rumput yang luar biasa.

“Dan kita lihat bahwa selain PDIP ya PKB juga menjadi buruan para ‘anjing liar’,” pungkasnya.

PDIP buka suara

Politikus PDIP Guntur Romli menyampaikan terima kasih kepada Noel yang telah mengingatkan dugaan ancaman tersebut. Dia bilang PDIP juga merasakan hal serupa.

“Kami ingin mengucapan terima kasih kepada Bung Noel atas peringatannya. Kami juga merasakan bahwa sejak PDI Perjuangan memantapkan diri menjadi kekuatan politik di luar Pemerintahan dan menjadi kekuatan penyeimbang, memang banyak peringatan seperti itu,” kata Gun Romli.

Padahal, lanjut dia, PDIP hanya menjalankan mekanisme demokrasi yang mengandung unsur keseimbangan atau checks and balances.

“Risiko politisasi dan kriminalisasi dengan kasus hukum seperti yang disampaikan Bang Noel memang terasa. Kasus yang menimpa Sekjen kami Bapak Hasto Kristiyanto juga kami yakini karena modus tersebut karena sikapnya yang keras mengkritisi penyalahgunaan kekuasaan oleh Jokowi dan memecat Jokowi,” kata Gun Romli.

Sumber: CNN

Artikel terkait lainnya