Negara Ini Jadi Tuan Rumah ‘Perundingan’ Gencatan Senjata AS-Iran 10 April

DEMOCRAZY.ID – Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan bahwa negaranya akan menjadi tuan rumah bagi perundingan lebih lanjut antara Amerika Serikat (AS) dan Iran membahas gencatan senjata yang disepakati pekan ini.

Perundingan lanjutan itu akan digelar pada 10 April mendatang di Islamabad.

Sharif, yang menjadi mediator gencatan senjata, seperti dilansir AFP dan CNN, Rabu (8/4/2026), menyatakan menyambut baik pengumuman gencatan senjata yang disampaikan Presiden AS Donald Trump dan pernyataan serupa yang dirilis oleh otoritas Iran.

Dia mengundang delegasi Washington dan Teheran untuk hadir di Islamabad pada Jumat (10/4) mendatang guna “menyelesaikan semua perselisihan”.

“Saya menyambut dengan hangat isyarat bijaksana ini dan menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada pemimpin kedua negara, dan mengundang delegasi-delegasi mereka ke Islamabad pada hari Jumat, 10 April 2026, untuk bernegosiasi lebih lanjut guna mencapai kesepakatan yang konklusif untuk menyelesaikan semua perselisihan,” kata Sharif dalam pernyataan via media sosial X pada Rabu (8/4).

Pakistan, yang menjalin hubungan dekat dengan Trump dan sangat memperhatikan perkembangan situasi di Iran, negara tetangganya, muncul sebagai penengah perdamaian dan saluran penyampaian pesan antara Washington dan Teheran dalam beberapa pekan terakhir.

“Kami sangat berharap, bahwa ‘Perundingan Islamabad’ berhasil mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan dan ingin berbagi lebih banyak kabar baik di hari-hari mendatang,” ucap Sharif dalam pernyataannya.

Baik AS maupun Iran telah mengatakan mereka menyetujui gencatan senjata selama dua minggu, kurang dari satu jam sebelum tenggat waktu yang ditetapkan Trump untuk serangan besar-besaran terhadap Teheran.

Trump, dalam pengumumannya via Truth Social pada Selasa (7/4) malam, memuji Pakistan yang berperan sebagai mediator.

Namun dia memperingatkan bahwa gencatan senjata ini disertai dengan syarat, yaitu Iran harus membuka kembali Selat Hormuz dengan “SEPENUHNYA, SEGERA, dan AMAN”.

Dikatakan Trump bahwa dirinya “setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu”.

Dalam pernyataannya, Trump juga menyebut proposal 10 poin yang diajukan Iran, akan menjadi “dasar yang layak untuk negosiasi”.

Dia menyatakan perundingan lanjutan akan digelar selama dua minggu gencatan senjata berlangsung.

Sementara Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi, dalam pernyataan terpisah, mengonfirmasi bahwa kesepakatan sementara telah tercapai.

Dia mengumumkan bahwa perlintasan aman di Selat Hormuz akan dimungkinkan selama dua minggu gencatan senjata berlangsung.

Araghchi juga berterima kasih kepada Pakistan atas permohonan menit terakhir agar AS menangguhkan pengeboman terhadap Iran.

Sumber: Detik

Artikel terkait lainnya