Oleh: Sholihin MS | Pemerhati Sosial dan Politik
JOKOWI lengser baru satu tahun, tapi sederet kejahatannya telah terbongkar satu persatu.
Paling tidak ada 10 kejahatan Jokowi yang sudah harus diproses hukum dan dijebloskan ke penjara:
Pertama, permainan hutang negara yang tidak efektif dan efisien termasuk hutang fiktif.
Kedua, penggunaan dana pemerintah untuk membiayai para pembela, buzzer, dan aktor bayaran.
Ketiga, kecurangan pemilu (2019 dan 2024) yang dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan masif dan telah diungkapkan KPU.
Keempat, permainan bansos untuk memenangkan pasangan Prabowo-Gibran.
Kelima, ijazah Jokowi yang ternyata palsu.
Keenam, rekayasa penobatan Gibran jadi Wapres (konspirasi Jokowi dengan adik iparnya, Anwar Usman selaku Ketua MK).
Ketujuh, pembangunan proyek IKN yang sarat korupsi yang akhirnya mangkrak
Kedelapan, menerima setoran uang korupsi miliar sampai triliunan dari para menteri bawahannya,
Kesembilan, mengembat dana umat, mulai dari tabungan haji, BPJS, Asabri, dana pensiun, dll.
Kesepuluh, meminta setoran dana miliar per hari dari para mafia dan bandar judi online, dll.
Kesebelas dan kasus yang baru saja terbongkar adalah mark up proyek kereta cepat Jakarta – Bandung yang menelan kerugian mencapai ratusan triliun yang mengancam kebangkrutan PT KAI.
Kemungkinan masih akan bermunculan kasus-kasus lain yang telah merugikan negara ratusan bahkan ribuan triliun, termasuk hutang fiktif dan eksplorasi tambang dan kekayaan alam Indonesia baik yang dikelola srcara legal maupun ilegal.
Jokowi juga diduga sebagai otak pembantaian 6 laskar FPI, tragedi Kanjuruhan, 894 petugas KPPS yang meninggal misterius tanpa pembelaan bahkan tanpa autopsi
Jokowi tidak layak disebut mantan Presiden, karena kerjaannya hanya menggarong harta negara yang dilakukan dirinya, tangan kanannya, keluarga dan kroni-kroni serta termul-termulnya.
Selain Jokowi, orang Jokowi yang paling bertanggung jawab terhadap kebangkrutan indonesia adalah : Luhut, Sri Mulyani, Bahlil, Tito K (sebelumnya Ferdy Sambo, Erick Tohir, Budi Arie Pratikno, Airlangga H, Zulkifli Hasan, Dito Ariotedjo, Listyo Sigit, dll.
Sampai saat inj, walaupun Jokowi sudah lengser, tapi kejahatan Jokowi terhadap negara masih terus berlangsung.
Demi menutupi semua kejahatannya, Jokowi terus mengerahkan kaki tangan dan termul-termulnya untuk membela kehatannya, menyerang pihak lawan yang mencoba terus menuntut kebenaran, keadilan, dan transparansi
Pantaskah seorang Presiden tapi seluruh pekerjaannya bukan untuk rakyat dan negara tapi justru telah berubah jadi preman dan pembunuh berdarah dingin ?
Jokowi sebagai aktor intelektual dan Luhut sebagai eksekutor seluruh kejahatan di negeri ini, tidak layak dihormati, tidak layak diikuti, tidak layak diberi peran dalam pemerintahan, bahkan tidak layak dimintai nasihat.
Jokowi dan Luhut yang tidak pernah menyesal (i) atas perbuatannya tapi justru terus melakukan manuver jahat, termasuk melakukan kudeta (senyap) terhadap Presiden Prabowo?
Jokowi dan Luhut saatnya mengetam apa yang selama ini ditanam. Tidak ada maaf bagi Jokowi dan Luhut. Jeruji besi adalah satu-satunya tempat bagi Jokowi dan Luhut. ***