Klaim Raih Kemenangan Telak! Iran Sebut AS Terima ’10 Syarat’ Akhiri Perang

DEMOCRAZY.ID – Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC) mengumumkan berakhirnya konflik bersenjata dengan Amerika Serikat (AS), Rabu (8/4/2026).

Dalam pernyataan resminya, Teheran mengklaim telah meraih ‘kemenangan bersejarah’ setelah Washington disebut menerima 10 poin persyaratan yang diajukan Iran untuk menghentikan peperangan.

Kantor berita semiresmi Iran, Tasnim, melaporkan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari keteguhan rakyat serta kepemimpinan Ayatullah Mojtaba Khamenei.

Pihak SNSC menegaskan bahwa Amerika Serikat telah menderita kekalahan telak dalam konflik yang mereka sebut sebagai perang ilegal tersebut.

Poin-Poin Krusial Kesepakatan

Dalam dokumen 10 poin yang dirilis, terdapat sejumlah konsesi besar yang diklaim telah disetujui oleh pihak Washington.

Beberapa di antaranya mencakup pengakuan internasional atas kendali penuh Iran di Selat Hormuz serta hak Teheran untuk melanjutkan pengayaan uranium.

Selain itu, kesepakatan tersebut mencakup:

  • Pencabutan seluruh sanksi ekonomi, baik primer maupun sekunder.
  • Pembayaran kompensasi perang oleh AS kepada Iran.
  • Penarikan seluruh pasukan tempur Amerika Serikat dari kawasan Timur Tengah.
  • Penghentian konfrontasi militer di semua lini, termasuk di Lebanon.

“Musuh telah menderita kekalahan yang tak terbantahkan dan telak dalam perang pengecut terhadap bangsa Iran,” tulis pernyataan resmi SNSC.

Fokus pada Diplomasi dan Kewaspadaan

Meskipun mengeklaim kemenangan, pemerintah Iran mengimbau rakyatnya untuk tetap waspada.

SNSC menekankan pentingnya menjaga persatuan nasional hingga seluruh rincian teknis dan formalitas kesepakatan benar-benar difinalisasi oleh kedua belah pihak.

Langkah ini dipandang sebagai titik balik krusial bagi peta geopolitik Timur Tengah.

Dengan diterimanya syarat-syarat tersebut, Iran memosisikan dirinya sebagai kekuatan utama yang berhasil memaksa AS menghentikan agresi tanpa melepaskan kedaulatan nuklir dan teritorialnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Gedung Putih belum memberikan pernyataan resmi terkait klaim 10 poin persyaratan yang dirilis oleh Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran tersebut.

Berikut teks lengkap dari pernyataan resmi yang dirilis SNSC:

Musuh telah menderita kekalahan yang tak terbantahkan, bersejarah, dan telak dalam perang pengecut, ilegal, dan kriminalnya terhadap bangsa Iran.

Berkat darah suci dan tak berdosa dari Pemimpin Revolusi Islam yang gugur sebagai syahid, Ayatullah Imam Sayid Ali Khamenei (semoga damai tercurah kepadanya), langkah-langkah Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam dan Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Iran, Ayatullah Sayid Mojtaba Khamenei (semoga Tuhan melindunginya), perjuangan dan keberanian para pejuang Islam di berbagai front, serta khususnya kehadiran historis, abadi, dan epik Anda, rakyat tercinta, di medan perjuangan sejak hari-hari pertama perang, Iran meraih kemenangan besar dan memaksa Amerika yang kriminal untuk menerima rencana 10 poinnya, di mana Amerika Serikat pada prinsipnya berkomitmen untuk menjamin nonagresi, melanjutkan kendali Iran atas Selat Hormuz, menerima pengayaan (uranium), mencabut seluruh sanksi primer dan sekunder, mengakhiri seluruh resolusi Dewan Keamanan PBB dan Dewan Gubernur IAEA, membayar kompensasi kepada Iran, menarik pasukan tempur Amerika dari kawasan, serta menghentikan perang di semua front, termasuk terhadap perlawanan Islam Lebanon (Hizbullah) yang heroik.

Kami mengucapkan selamat kepada seluruh rakyat Iran atas kemenangan ini dan menegaskan bahwa hingga rincian kemenangan ini difinalisasi, masih diperlukan keteguhan dan kehati-hatian dari para pejabat serta menjaga persatuan dan solidaritas rakyat Iran.

Sumber: Inilah

Artikel terkait lainnya