DEMOCRAZY.ID – Gelombang spekulasi liar kini tengah mengguncang ruang publik Israel dan jagat maya internasional.
Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan menghilang dari pandangan publik selama beberapa hari terakhir.
Hal itu memicu pertanyaan besar di kalangan masyarakat: Di mana Netanyahu?
Spekulasi ini mencapai puncaknya setelah aktivis media sosial ternama, Jackson Hinkle, secara terbuka melayangkan pertanyaan provokatif kepada putra sang Perdana Menteri, Yair Netanyahu.
“Apakah ayahmu sudah meninggal?” tulis Hinkle di platform X, menyoroti keheningan Yair yang biasanya sangat vokal namun mendadak bungkam selama hampir satu minggu.
Kecurigaan publik tidak muncul tanpa alasan.
“Yair telah memblokir saya sejak lama. Tetapi saya perlu tahu: Yair! Apakah ayahmu sudah meninggal?” tulis Hinkle dalam unggahannya yang kemudian viral di berbagai platform media sosial.
Analisis mendalam terhadap video terbaru yang dirilis oleh kantor sang PM menunjukkan indikasi kuat penggunaan teknologi Kecerdasan Buatan (AI).
Para pakar digital menunjukkan adanya ketidakkonsistenan visual yang mengarah pada dugaan bahwa video tersebut adalah hasil rekayasa CGI untuk menutupi ketidakhadiran fisik sang pemimpin.
Beberapa media internasional, termasuk laporan dari sumber di Rusia, mulai mengaitkan hilangnya Netanyahu dengan insiden serangan rudal di wilayah Beit Shemesh.
Muncul dugaan bahwa Netanyahu mungkin mengalami cedera serius atau bahkan situasi yang lebih fatal yang hingga kini masih dirahasiakan oleh otoritas keamanan rezim.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi (live) yang mampu mematahkan teori konspirasi ini.
Di tengah ketegangan yang meningkat di Asia Barat, ‘perang saraf’ melalui disinformasi atau kebenaran yang tertunda ini menciptakan lubang informasi yang sangat berbahaya.
Waktu terus berjalan, dan publik kini menanti satu bukti nyata.
Yakni penampilan langsung Netanyahu yang membuktikan bahwa ia masih memegang kendali.
Sumber: Tribun