DEMOCRAZY.ID – Sama seperti yang dialami mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, pelaku teror aktivis KontraS juga mengincar mata saat menyiram air keras.
Hal itu diungkapkan aktivis lingkungan Dandhy Laksono mengungkapkan kronologi kejadian penyiraman air keras yang menimpa aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus.
Dandhy mengatakan bahwa Andrie Yunus saat ini tengah ditangani enam dokter di Rumah Sakit Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) akibat teror penyiraman air keras.
Andrie Yunus saat ini tengah menunggu operasi mata lantaran disiram air keras.
Adapun luka bakar yang dialami yakni sebesar 24 persen. Pelaku menyasar wajah Andrie Yunus saat menyiram air keras dari atas kendaraan bermotor.
“Ini sedang ditangani 6 dokter RSCM karena luka bakar 24 persen dan sedang menunggu operasi mata,” jelasnya.
Dalam data kronologi yang dibagikan Dandhy Laksono, terdapat sejumlah hal janggal saat peristiwa penyiraman air keras terjadi.
Misalnya saja sederet teror yang dialami korban sedari 9 hingga 12 Maret 2026. Di mana korban menerima panggilan tidak dikenal selama tiga hari berturut-turut.
Selain itu, kejanggalan lainnya usai peristiwa penyiraman, seorang pria menghampiri korban yang tengah panik karena terkena siraman air keras.
Bukan menolong, pria misterius itu justru bertanya kepada korban apakah korban benar aktivis lembaga bantuan hukum (LBH) dan dari KontraS.
“Ini dari KontraS ya? Ini dari LBH ya?” kata seorang pria berkepala sedikit plontos kepada korban yang tengah kesakitan.
Peristiwa penyiraman air keras itu terjadi saat Andrie Yunus pulang dari acara podcast berjudul “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) pada Kamis (12/3/2026) malam sekitar pukul 23.00 WIB.
Andrie Yunus awalnya tengah mengendarai sepeda motornya di Jalan Salemba I – Talang, Jakarta Pusat usai pulang dari Kantor YLBHI di Jakarta Pusat.
Kemudian dua orang pelaku tidak dikenal menghampiri secara melawan arah Jalan Talang (JembatanTalang) dengan mengendarai kendaraan roda dua yakni diduga merupakan motor matic Honda Beat tahun 2016 sampai dengan 2021.
“Pelaku merupakan 2 orang laki-laki yang melakukan operasinya dengan menggunakan satu motor, masing-masing berperan menjadi pengemudi dan penumpang,” ucapnya.
Dia menyampaikan ciri-ciri dari terduga pelaku yang pertama yakni mengenakan kaos berwarna kombinasi putih-biru, celana gelap diduga jeans, dan helm berwarna hitam.
Pelaku kedua yakni penumpang belakang menggunakan penutup wajah atau masker menyerupai ‘buf’ berwarna hitam yang menutupi setengah wajah, kaos berwarna biru tua, dan celana panjang berwarna biru yang dilipat menjadi pendek dan diduga berbahan jeans.
Salah satu pelaku kemudian menyiramkan air keras ke arah korban hingga mengenai sebagian tubuh korban.
Akibat serangan tersebut, korban langsung berteriak kesakitan hingga menjatuhkan motornya.
Pelaku yang tidak dikenal pun kemudian langsung melarikan diri usai melancarkan aksinya.
Sementara itu Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra merespons soal peristiwa tersebut.
Saat dimintai tanggapan, Yusril mengaku belum menerima informasi mengenai kejadian tersebut.
“Saya belum tahu, saya. Belum dapat kabar tentang hal itu,” kata Yusril kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Saat dimintai pendapatnya, Yusril menghindar dan mengaku akan mengkoordinasikan terlebih dahulu peristiwa tersebut.
Diketahui teror air keras sebelumnya menimpa Novel Baswedan hingga merusak satu matanya secara total.
Novel disiram air keras saat masih berprofesi sebagai penyidik KPK pada 11 April 2017 setelah salat subuh.
Novel disiram air keras oleh dua pria tak dikenal hingga mengakibatkan kebutaan permanen pada mata kirinya.
Kasus ini sempat berlarut-larut hingga pelaku, dua anggota Polri aktif, ditangkap pada Desember 2019 dan divonis ringan.
Kasus ini pun memicu kontroversi mengingat getolnya Novel dalam pemberantasan korupsi di Indonesia.
Sumber: Tribun