BGN Bangga: MBG Peringkat 2 Dunia Program Makan Sekolah, China dan AS Kalah!

DEMOCRAZY.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan World Food Programme (WFP) telah menempatkan Indonesia sebagai negara peringkat dua tertinggi di dunia dalam hal pemberian makan untuk siswa sekolah.

Dilansir siaran pers BGN, dikutip Kompas.com pada Senin (9/3/2026), data WFP yang dikutip BGN dirilis pada 3 Maret 2026.

Ada sekitar 174.900.000 anak di seluruh dunia menerima manfaat program makan di sekolah.

Dari total 174 negara di dunia, ada 107 negara yang telah menjalankan program makan sekolah sebagai program nasional.

Kata BGN, organisasi kemanusiaan di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu menyebut jumlah penerima program makan sekolah di Indonesia mencapai 61.239.037 orang, dengan 49.057.682 di antaranya merupakan siswa sekolah.

Dengan jumlah itu, Indonesia menempati peringkat kedua dunia dalam jumlah penerima manfaat program makan sekolah, atau dikenal sebagai MBG di Indonesia.

Posisi pertama ditempati India dengan 118.000.000 siswa, disusul Indonesia 49.057.682 siswa, kemudian Brasil 38.531.387 siswa, China 34.570.000 siswa, serta Amerika Serikat 30.100.000 siswa.

“Dengan lebih dari 61,2 juta penerima manfaat, Indonesia kini menjadi salah satu negara dengan program makan sekolah terbesar di dunia. Ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan setiap anak mendapatkan akses terhadap makanan bergizi yang aman dan berkualitas,” kata Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat BGN Khairul Hidayati atau Hida.

TIM bertanya kepada Hida selaku Kepala Biro Hukum dan Humas BGN mengenai sumber data World Food Programme yang menjadi rujukan BGN itu, namun Hida belum merespons.

BGN: MBG investasi jangka panjang

Menurut Hida, program MBG di Indonesia tidak hanya bertujuan memastikan ketersediaan makanan bergizi bagi siswa, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia.

“Dengan jumlah penerima manfaat yang telah mencapai 61,2 juta orang, program ini diharapkan mampu memperkuat kesehatan, konsentrasi belajar, serta mendukung lahirnya generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif,” tambahnya.

Sumber: Kompas

Artikel terkait lainnya