DEMOCRAZY.ID – Permusuhan Yahudi terhadap kaum Muslimin telah lama muncul sejak diutusnya Nabi Muhammad SAW.
Orang yang mencermati sejarah hidup Rasulullah SAW sesudah hijrah ke Madinah, dan semua yang dilakukan Yahudi terhadap Rasulullah SAW berupa pendustaan mereka terhadap risalah Rasulullah SAW, serta pelanggaran yahudi terhadap berbagai macam perjanjian dan kesepakatan yang mereka tanda tangani serta mereka setujui bersama Rasulullah SAW.
Permusuhan Yahudi terhadap umat Islam abadi dan telah mendarah daging di dalam jiwa mereka.
Sampai akhirnya zionis Yahudi merampas tanah-tanah suci di Palestina dengan bantuan imperium Inggris pada tahun 1948 M.
Terakhir, zionis yahudi melakukan genosida di Gaza, mereka membunuh anak-anak dan wanita Palestina.
Syaikh Mahir Ahmad Ash-Shuffi dalam bukunya Al-Mautu wa alamul barzakh, al-hisab wal aidhu alal-latu al-mizan-al-mushaf-ashshirath-anwa’us syafa’ah menerangkan bahwa Allah SWT telah memberikan kepada Yahudi sedikit kenikmatan dan kesenangan.
Kehancuran akan berbalik menimpa mereka dan bencana pun akan bergilir pada mereka.
“Berkumpulnya Yahudi di Palestina adalah bukti kebenaran sabda Rasulullah SAW bahwa kaum Muslimin kelak akan membunuh mereka semua, Insya Allah,” tulis Syaikh Mahir Ahmad Ash-Shuffi dalam bukunya.
Sampai-sampai batu dan pohon akan berbicara dan memberitahukan kepada seorang muslim, “Ini ada orang Yahudi di belakangku, kemarilah dan bunuhlah ia.”
Rasulullah SAW bersabda, “Kiamat tidak terjadi hingga kaum Muslimin memerangi Yahudi. Kaum Muslimin akan membunuh mereka semua hingga orang Yahudi bersembunyi di belakang batu dan pohon. Maka, batu dan pohon itu pun berkata, ‘Wahai Muslim, wahai hamba Allah, ini orang Yahudi ada di belakangku, bunuhlah ia’ Kecuali gharqad, sebab ia termasuk pohon orang Yahudi’.” (HR Imam Bukhari dan Imam Muslim).
Ibnu Umar meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Kalian akan diperangi oleh Yahudi, lalu kalian akan diberi kemenangan atas mereka. Sampai-sampai batu akan berbicara, ‘Hai Muslim, ini orang Yahudi di belakangku, bunuhlah ia’.” (HR Imam Bukhari, Imam Muslim dan Imam At-Tirmidzi)
Syaikh Mahir Ahmad Ash-Shuffi menerangkan, dari dua hadits ini dapat kita ketahui, bahwa peperangan melawan Yahudi pasti terjadi karena adanya pengabaran dari Rasulullah SAW tentang peristiwa ini.
Selain itu, berkumpulnya Yahudi di Palestina tidak lain merupakan bukti kuat benarnya berita ini.
Sungguh, apa yang umat Yahudi lakukan saat ini memenuhi dada-dada kaum mukminin dengan kemarahan dan kebencian.
Namun, Maha Benar Allah, kaum Muslimin akan berhasil masuk kembali ke Masjid Al-Aqsha dan membebaskannya dari cengkraman tangan-tangan Yahudi serta menghancurkan dan mengalahkan apa yang dilakukan Yahudi.
Masih ada pertanyaan yang tersisa, kapan hal itu akan terjadi? Kita telah berada dalam pertarungan melawan Yahudi sejak lebih dari 50 tahun atau sejak tahun 1948.
Mereka sama sekali belum pernah mendapatkan kebahagian serta tidak pernah merasakan dan mengecap kesenangan sama sekali, hingga Allah mendatangkan keputusan-Nya untuk membinasakan mereka secara total.
Syekh Mahir Ahmad Ash-Shuffi dalam bukunya menuliskan bahwa dirinya berkeyakinan bahwa perkara ini tidak luput dari dua kemungkinan.
Pertama, hal ini akan terjadi mendekati (munculnya) tanda-tanda kiamat kubra.
Yaitu sebelum terbitnya matahari dari barat, munculnya dukhan (asap), munculnya dabbah (hewan melata), dan munculnya Dajjal.
Sebab, bila telah mulai (muncul) tanda-tanda kiamat kubra, maka sudah tidak ada lagi keberadaan dan kehidupan mereka.
Kedua, hal ini akan terjadi pada masa-masa Dajjal dan Nabi Isa Alaihissalam. Sehingga, manusia terpecah menjadi dua kelompok.
Satu kelompok bersama Nabi Isa yaitu mereka orang-orang yang beriman, dan satu kelompok lagi bersama Dajjal di antaranya adalah Yahudi.
Allah SWT menolong Nabi Isa dalam mengalahkan Dajjal dan Yahudi, orang-orang kafir, serta orang-orang fasik yang bersamanya.
“Semua ini berada dalam ilmu Allah SWT. Namun, berkumpulnya Yahudi di Palestina dan di jantung negara Arab, merupakan bukti yang sangat kuat atas dekatnya peristiwa dan dekatnya kejadian hari kiamat. Wallahu a’lam,” kata Syaikh Mahir Ahmad Ash-Shuffi dalam bukunya.
Sumber: Republika