Perbedaan Aliran Sunni dan Syiah: Sejarah, Ajaran, dan Praktiknya

DEMOCRAZY.ID – Dalam dunia Islam, terdapat dua aliran besar yang paling dikenal secara global, yaitu Sunni dan Syiah.

Pada dasarnya, kedua aliran tersebut sama-sama memeluk dan menganut ajaran Islam, mengimani kitab Alquran, serta mengikuti ajaran Muhammad SAW.

Namun, terdapat perbedaan tertentu yang berkaitan dengan sejarah, kepemimpinan politik, serta sejumlah praktik keagamaan.

Penting bagi setiap Muslim untuk mengenali perbedaan ini agar dialog serta toleransi antar-umat tetap terjaga, bukan untuk memecah belah umat Islam secara keseluruhan.

Mengenal Sunni dan Syiah

A. Pengertian Sunni

Sunni adalah aliran terbesar dalam Islam yang mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW berdasarkan sunnah (tradisi) beliau serta pemahaman para sahabat.

Istilah “Sunni” sendiri berasal dari kata Ahlus Sunnah, yang berarti golongan yang berpegang pada sunnah Nabi dan kesepakatan para sahabat.

Dalam pandangan Sunni, kepemimpinan umat setelah wafatnya Muhammad SAW ditentukan melalui musyawarah (syura). Karena itu, mereka menerima Abu Bakar sebagai khalifah pertama.

B. Pengertian Syiah

Syiah adalah pengikut Ali bin Abi Thalib dan keturunannya yang merupakan Ahlulbait (keturunan Muhammad SAW dari pasangan Ali bin Abi Thalib dan Fatimah az-Zahra binti Muhammad).

Kata “Syiah” berarti “pengikut” atau “kelompok pendukung”, yang merujuk pada pendukung Ali bin Abi Thalib sebagai penerus kepemimpinan umat.

Mereka merujuk pada hadis yang berasal dari Abu Aufa, ia berkata:

“Rasulullah SAW bersabda, ‘Kutinggalkan kepadamu sekalian dua perkara yang berat, pertama Alquran dan kedua keturunanku serta ahli rumahku.’”

Karena itu, mereka meyakini bahwa Ali bin Abi Thalib dan keturunannya memiliki otoritas khusus dalam membimbing umat.

Awal Mula Perpecahan Sunni dan Syiah

Perpecahan Sunni dan Syiah bermula setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW pada tahun 632 M.

Setelah itu, umat Islam pun menghadapi masalah soal siapa yang berhak memimpin umat.

Sunni percaya bahwa pemimpin umat sebaiknya dipilih melalui musyawarah atau syura, dan mereka menerima Abu Bakar sebagai khalifah pertama.

Sebaliknya, Syiah meyakini bahwa kepemimpinan harus berada pada keluarga Nabi, khususnya Ali bin Abi Thalib, yang dianggap sebagai imam yang ditunjuk secara khusus oleh Nabi.

Perbedaan Sunni dan Syiah

Jika dilihat dari pengertian dan sejarahnya, perbedaan Sunni dan Syiah memang sudah cukup tersirat.

Namun, untuk memahaminya secara lebih utuh, kita perlu melihat lebih jauh pada aspek-aspek yang menjadi titik pembeda di antara keduanya.

Berikut adalah penjelasan mengenai perbedaan Sunni dan Syiah selengkapnya:

1. Kepemimpinan dan Otoritas

Perbedaan paling mendasar antara aliran Sunni dan Syiah adalah konsep kepemimpinan yang mereka yakini masing-masing.

Sunni mempercayai Abu Bakar sebagai khalifah pertama setelah meninggalnya Rasulullah SAW.

Sedangkan, Syiah meyakini bahwa Ali bin Abi Thalib merupakan khalifah pertama yang ditunjuk secara khusus oleh Rasulullah.

Di samping itu, aliran Sunni juga menempatkan kepala umat sebagai khalifah yang dipilih secara musyawarah oleh komunitas Muslim.

Kepala umat yang diyakini Sunni ini juga bukan menjadi figur yang dijamin akan terjaga dari dosa dan kesalahan.

Di sisi lain, dalam kepercayaan Syiah, imam dianggap sebagai pemimpin yang ditetapkan oleh Allah dan memiliki otoritas spiritual tinggi atas umatnya.

2. Sumber Ajaran dan Hadis

Pada dasarnya, kedua aliran sama-sama mengakui Alquran sebagai sumber utama ajaran Islam.

Namun, dalam hal hadis (perkataan dan praktik Rasulullah SAW), ada sedikit perbedaan pada rujukan dan metodologinya.

Sunni memiliki enam kitab hadis yang menjadi rujukan utama, sementara Syiah memiliki kumpulan hadis mereka sendiri yang banyak berpusat dari keturunan Muhammad SAW (ahlulbait).

Syiah juga menolak hadis yang diriwayatkan oleh Ahlulbait dan tidak mengakui ijma’ (kesepakatan ulama) tanpa adanya keterlibatan imam.

3. Persebaran Umat di Dunia

Secara global, Sunni tergolong sebagai mayoritas dengan sekitar 85-90% umat Islam di dunia. Golongan Sunni sendiri tersebar luas di berbagai negara, seperti Arab Saudi, Turki, dan Indonesia.

Di sisi lain, Syiah merupakan minoritas secara global namun menjadi mayoritas di sejumlah negara, seperti Iran, Irak, dan Bahrain.

Sumber: Inilah

Artikel terkait lainnya