Prabowo di Persimpangan Jalan: Kehilangan ‘Harga Diri’ di Mata Internasional!

Prabowo di Persimpangan Jalan Kehilangan Harga Diri di Mata Internasional!

Oleh: Sholihin MS | Pemerhati Sosial dan Politik

KEINGINAN Prabowo untuk menjadi mediator antara Iran dan Amerika-Israel dalam konflik antara keduanya hanyalah khayalan kosong yang cuma jadi bahan omon-omon tanpa paham realita yang sebenarnya.

Selain kapasitas dirinya yang jauh dari layak, juga keputusannya untuk dukungannya terhadap Israel telah menyakiti seluruh negara pendukung Palestina, termasuk Iran.

Impotensi Prabowo dalam memimpin negara menjadikan Prabowo semakin tidak waras.

Tatanan negara yang telah dibangun oleh para pendiri negara kini hampir rusak sama sekali.

Setelah Jokowi menghancurkan sendi-sendi negara, kini Prabowo berlagak jadi pahlawan malah tapi malah makin membawa Indonesia semakin terpuruk dan kehilangan harga diri.

Setelah bergabung kedalam BoP (Board of Peace) yang digagas Donald Trump yang mendukung Israel, kini Prabowo bukan saja menjadikan Indonesia menjadi negara yang tidak mandiri dan nonblock, bahkan Prabowo telah mengubah haluan dari pendukung Palestina menjadi pendukung Zionist Israel yang nota bene adalah negara aggressor dan teroris sejati.

Saat Amerika dan Israel menyerang Iran, sebuah negara yang berdaulat, Prabowo menjadi Pemimpin pengecut yang bukan saja tidak memprotes serangan itu dan bahkan tidak menyatakan bela sungkawa atas syahidnya pemimpin Iran, Ayatollah Ali Khamenei karena serangan Amerika dan Israel.

Di dalam negeri Prabowo hanya jadi seorang pecundang yang takut sama kekuatan dan kekuasaan Jokowi dan oligarki Taipan, di luar negeri pun sekarang cuman jadi budak Amerika.

Perubahan haluan dukungan negara yang semula kepada Palestina menjadi kepada Israel telah merusak seluruh moralitas bangsa dan menyakiti hati umat Islam.

Kini Prabowo telah menjadi musuh umat Islam dan sangat tidak layak untuk didukung dan didoakan oleh umat Islam.

Kini Prabowo telah menghadapi banyak musuh, bukan saja dari para pendukung Gibran yang ingin mendongkel Prabowo dari kursi kepresidenan agar Gibran naik menjadi Presiden, tapi kini Prabowo telah menjadi musuh umat Islam dan rakyat pendukung Palestina.

Prabowo telah menjadi Presiden kedua setelah Jokowi yang bukan saja tidak punya prestasi, tapi juga Presiden perusak tatanan bernegara.

Bahkan sekarang Prabowo telah merusak posisi Indonesia di dunia internasional.

Presiden omon-omon bisanya hanya membuat masalah. ***

Artikel terkait lainnya