DEMOCRAZY.ID – Ketegangan global meningkat setelah konflik Iran vs Israel-Amerika Serikat (AS) memicu kekhawatiran akan pecahnya Perang Dunia III.
Banyak orang mencari negara yang aman untuk berlindung jika perang skala besar terjadi.
Indonesia, termasuk salah satu negara yang paling aman. Hal tersebut lantaran adanya beberapa alasan.
Pertama, Indonesia memiliki kebijakan luar negeri yang netral.
Presiden pertama Indonesia, Ir Soekarno, menggambarkan kebijakan luar negeri Indonesia sebagai “bebas dan aktif”.
Indonesia bertindak independen dalam urusan internasional dan menekankan fokus pada perdamaian dunia.
Sikap netral ini membuat Indonesia jarang terlibat konflik besar di tingkat global.
Kedua, posisi geografis Indonesia yang luas dan tersebar membuat negara ini sulit dijadikan target strategis militer.
Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, sehingga wilayahnya yang terbentang dari Sabang hingga Merauke mengurangi kemungkinan menjadi sasaran serangan perang skala besar.
Ketiga, risiko terlibat dalam perang negara besar rendah. Indonesia tidak tergabung dalam blok militer besar dan lebih mengutamakan diplomasi.
Kombinasi netralitas politik, posisi geografis yang strategis rendah, dan risiko keterlibatan rendah membuat Indonesia dianggap aman dan sering masuk dalam daftar tempat berlindung potensial.
Selain Indonesia, ada beberapa negara lain yang juga dianggap aman dari potensi perang global karena faktor geografis dan politik.
Mana saja? Berikut daftarnya sebagaimana dirangkum dari Times of India, Selasa, 3 Maret 2026.
1. Islandia: Terkenal sebagai negara damai dengan populasi sedikit dan letak geografis terpencil. Negara ini tidak pernah terlibat dalam perang modern, dan iklim yang keras membuatnya kurang menarik bagi agresor.
2. Antarktika: Terletak di titik paling selatan bumi, sepenuhnya terisolasi, dan luas wilayahnya mencapai lebih dari 14 juta km², sehingga aman dari serangan militer.
3. Selandia Baru: Memiliki pegunungan yang memudahkan perlindungan, bersikap netral, dan pertanian mandiri sehingga mampu bertahan jika rantai pasok global terganggu.
4. Swiss: Dikenal dengan netralitas politiknya, dikelilingi pegunungan, dan memiliki sistem perlindungan bawah tanah, sehingga jarang menjadi target dalam konflik global.
5. Chili: Terpisah oleh Pegunungan Andes dan Samudra Pasifik, kaya sumber daya alam dan pertanian, serta tidak terikat dengan blok militer besar.
6. Fiji: Pulau terpencil, jauh dari pusat konflik, sumber daya mandiri, dan jumlah tentara kecil membuatnya minim risiko serangan.
7. Bhutan: Menetapkan netralitas sejak 1971, dikelilingi pegunungan sehingga mudah mempertahankan wilayahnya.
8. Tuvalu: Hanya dihuni sekitar 11.000 orang, infrastruktur terbatas, dan sumber daya alam minim membuatnya tidak menarik sebagai target perang.
9. Afrika Selatan: Memiliki sumber daya pangan dan air yang melimpah, infrastruktur modern, dan kemampuan swasembada, mendukung kelangsungan hidup.
10. Greenland: Terpencil, populasi sedikit, target strategis minimal, dan bersikap netral secara politik, sehingga aman dari eskalasi militer global.
Kebijakan netral, posisi geografis yang tersebar, dan risiko keterlibatan rendah dalam konflik global, membuat Indonesia menempati posisi aman dan menjadi salah satu pilihan utama bagi mereka yang mencari tempat berlindung di tengah ketidakpastian geopolitik dunia.
Sumber: VIVA