Teganya Prabowo ‘Gadaikan’ Bangsa Palestina dan Rakyat Indonesia Kepada Amerika

DEMOCRAZY.IDPayah! Prabowo makin ke sini makin kelihatan aslinya. Benar-benar 11-12 dengan Jokowi. Tak beda sedikitpun. Yang satu dijuluki raja pendusta. Satunya lagi disapa meong Asia. Buah menang curang. Rezim tidak berkah.

Bedanya? Jokowi ‘menghamba’ ke Xi Jinping. Makanya, Prabowo tidak berani menyentuh Geng Jokowi termasuk mencopot Kapolri, Listyo Sigit Prabowo.

Anda ingat LB Moerdani! Sepak terjang Listyo Sigit Prabowo mengingatkan kita dengan sosok LB Moerdani, jenderal Katholik yang sangat berpengaruh di era Presiden Soeharto. Kejatuhan Soeharto tahun 1998 disebut-sebut tidak terlepas dari sosok LB Moerdani.

Kembali ke Prabowo. Adanya kesan Prabowo ‘menghamba’ ke Donald Trump. Tahu kalau posisi politik Prabowo diujung tanduk. Gerakan melengserkan Prabowo sudah lama tercium melalui isu kudeta merangkak.

Persamaannya? Sama-sama menggadaikan Indonesia. Jokowi memberikan karpet merah ke TKA China. Penampilannya mirip tentara telah membanjiri Indonesia. Ancaman serius bagi Prabowo bila macam-macam dengan Geng Solo.

Berita TKA China menyerang anggota TNI Batalyon Zeni Tempur 6/Satya Digdaya di Katapang, Kalimantan Barat viral. Seolah mengkonfirmasi isu selama ini. TKA China bukan TKA biasa.

Hanya Prabowo lebih parah! Menggadaikan dua bangsa sekaligus. Bangsa Palestina dan Bangsa Indonesia. Demi ambisi politiknya untuk bertahan hingga 2029. Bila perlu lanjut dua periode.

Menggadaikan Bangsa Palestina dengan menjadi anggota Board of Peach (BoP) bentukan Donald Trump. BoP seperti PBB bayangan untuk melegitimasi penjajahan Israel terhadap Palestina.

Sedangkan Bangsa Indonesia menjadi ‘korban’ politik Prabowo dengan perjanjian dagang Indonesia-Amerika.

Substansi perjanjian Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat dinilai sangat merugikan Indonesia. Tidak adil.

Center of Economic and Law Studies (CELIOS) menilai Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat berpotensi melanggar Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2000 tentang Perjanjian Internasional.

Dampak perjanjian dagang antara Indonesia dengan Amerika Serikat bikin aturan sertifikasi halal jadi longgar. Ini berbahaya bagi Indonesia yang mayoritas beragama Islam.

Spekulasi berkembang. Memantik gonjang-ganjing di publik. Prabowo sedang mencari perlindungan politik baru. Bermain dua kaki. Xi Jinping dan Donald Trump.

Prabowo ingin aman. Jangan sampai manuver politik antek-antek Xi Jinping menggoyang kekuasaannya. Pembiaran kasus ijazah Jokowi yang menurut Roy Suryo 99,99 persen palsu untuk membatasi ruang gerak Jokowi.

Prabowo berharap dengan menggandeng Donald Trump dapat mengurangi manuver Geng Solo yang di dukung Xi Jinping dengan isu kudeta merangkaknya.

Mencuatnya isu soal MBG dan impor mobil pickup dari India untuk Koperasi Merah Putih sengaja digoreng. Ada yang bermain. Ada yang ingin dapat bagian. Tawar menawar kepentingan.

Misalnya penolakan MBG di Papua dan pengungkapan anggaran MBG dari dana pendidikan ratusan triliun menjadi perbincangan hangat akhir-akhir ini.

Dugaan bisnisisasi dan politisasi program MBG dan Koperasi Merah Putih. Uang ratusan triliun dari APBN, bilangnya dari Himbara tapi dicicil dari APBN untuk kendaraan pickup dari India yang hingga hari ini kita belum mendengar bisnis model Koperasi Merah Putih.

Bahkan Menteri Koperasi tidak tahu menahu dengan impor mobil pickup dari India untuk Koperasi Merah Putih.

Anggaran MBG ratusan triliun dari APBN pos pendidikan dan impor mobil pickup dari India menjadi isu nasional.

Berkembang spekulasi bancakan uang rakyat. Mengumpulkan pundi-pundi untuk nyapres lagi. Bom waktu bagi Prabowo. ***

Artikel terkait lainnya