DEMOCRAZY.ID – Chef ini menuai kritik usai mempertanyakan kebiasaan pulang cepat jelang buka puasa.
Ia akhirnya meminta maaf dan klarifikasi. Ini kisah lengkapnya.
Biasanya selama Ramadan ada perubahan jam kerja, di mana waktu pulang jadi lebih cepat untuk persiapan buka puasa. Namun tidak semua orang bisa menerima hal ini.
Chef asal Malaysia, Zamzani Abdul Wahab atau yang dikenal sebagai Chef Zam, tengah menjadi sorotan warganet usai unggahannya di media sosial memicu kontroversi.
Peristiwa ini bermula dari unggahan Chef Zam di Threads yang mempertanyakan alasan sejumlah orang pulang kantor sekitar pukul 16.30, padahal waktu berbuka puasa atau iftar masih beberapa jam lagi.
Dalam unggahan tersebut, Chef Zam menulis, “Iftar jam 7.29 malam. Kenapa begitu terdesak ingin pulang kantor jam 4.30 sore? Masak untuk bisnis katering, ya?”
Unggahan itu dengan cepat viral dan menuai kritik. Banyak warganet menilai pernyataan tersebut kurang empati terhadap kondisi masyarakat yang harus menyiapkan berbagai kebutuhan jelang berbuka.
Mulai dari memasak, menyiapkan makanan keluarga, hingga menghadapi kondisi lalu lintas yang padat selama Ramadan, lapor World of Buzz (21/2).
Menanggapi reaksi publik, Chef Zam langsung menghapus unggahan tersebut dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
Dalam klarifikasinya, ia mengakui bahwa pilihan kata yang digunakannya kurang tepat sehingga menimbulkan salah paham.
“Kita semua manusia dan pasti bisa melakukan kesalahan,” tulis Chef Zam dalam unggahan permintaan maafnya pada Sabtu (21/2).
Ia menjelaskan bahwa maksud dari unggahannya adalah menyoroti kebiasaan terburu-buru pulang, bukan meremehkan perjuangan orang lain.
Sementara kalimat soal ‘bisnis katering’ disebutnya hanya sebagai candaan.
“Tidak pernah terlintas di pikiran saya untuk merendahkan kesulitan kalian yang harus bergegas pulang demi menyiapkan banyak hal untuk berbuka. Saya mohon maaf atas kesalahan saya yang telah memicu kemarahan,” tambahnya.
Dalam unggahan lain di hari yang sama, Chef Zam kembali menegaskan permintaan maafnya dan mengaku tidak menyangka pernyataannya bisa memicu polemik sebesar ini.
Ia menyatakan menerima kritik dengan lapang dada dan menekankan bahwa ia telah bertanggung jawab atas kesalahannya.
“Kita semua manusia. Siapa pun kita, pasti pernah melakukan kesalahan, dan dari situlah kita belajar,” tutupnya.
Sumber: Detik