DEMOCRAZY.ID – Dokter Tifa kembali melontarkan pernyataan keras terkait polemik ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
Ia menyoroti adanya delapan versi ijazah yang disebut-sebut pernah ditunjukkan oleh berbagai pihak sejak 2022 hingga 2026, namun bukan ditampilkan langsung oleh yang bersangkutan.
Dalam keterangannya, Dokter Tifa mempertanyakan mengapa seseorang yang mengaku memiliki ijazah asli harus diwakili oleh banyak pihak untuk menunjukkan dokumen tersebut.
“Dari delapan versi yang beredar, semuanya ditunjukkan oleh orang lain. Mengapa bukan pemiliknya sendiri yang memperlihatkan ijazah asli ke publik?” ujarnya, Selasa (24/2/2026).
Dokter Tifa merinci delapan versi ijazah yang menurutnya pernah muncul ke ruang publik:
1. Versi yang ditunjukkan Dekan Kehutanan UGM (20 Oktober 2022)
2. Versi yang ditunjukkan kader PSI Dian Sandi (1 April 2025)
3. Versi yang ditunjukkan Dirtipidum Djuhandani (22 Mei 2025)
4.Versi yang ditunjukkan Anto, adik ipar Jokowi (22 Mei 2025)
5. Versi yang ditunjukkan Polda Metro Jaya dalam Gelar Perkara Khusus (15 Desember 2025)
6. Versi dokumen pendaftaran di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat tahun 2014
7. Versi dokumen pendaftaran di KPU Pusat tahun 2019
8. Versi dokumen pendaftaran di KPU Surakarta tahun 2005 dan 2010
Menurut Dokter Tifa, khusus versi terakhir yang digunakan saat pendaftaran sebagai Wali Kota Surakarta, fotokopi ijazah yang beredar tampak dalam kondisi buram dan dinilai seperti hasil salinan berulang kali.
“Fotokopinya terlihat kotor dan tidak jelas. Seolah-olah difotokopi berkali-kali hingga jejak autentikasinya hilang,” kritiknya.
Dokter Tifa juga mempertanyakan prosedur verifikasi dokumen oleh KPU.
Ia menilai seharusnya lembaga penyelenggara pemilu melakukan verifikasi ketat terhadap dokumen pendidikan calon kepala daerah maupun presiden.
“Bagaimana mungkin lembaga sebesar KPU menerima fotokopi ijazah tanpa legalisir asli? Ini menyangkut jabatan publik tertinggi,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak terkait mengenai tudingan terbaru tersebut.
Polemik ijazah Jokowi memang telah berulang kali mencuat ke ruang publik.
Pihak Universitas Gadjah Mada sebelumnya menyatakan bahwa Joko Widodo tercatat sebagai alumni Fakultas Kehutanan.
Namun perdebatan di ruang publik terus berlangsung, terutama di media sosial.
Pernyataan Dokter Tifa kali ini kembali memantik diskusi luas mengenai transparansi dokumen pejabat publik dan standar verifikasi administrasi pencalonan dalam sistem demokrasi Indonesia.
Isu ini diperkirakan masih akan menjadi perdebatan panjang, terutama menjelang dinamika politik nasional yang semakin menghangat.
Sumber: JakartaSatu