Taktik Dedi Mulyadi Bongkar ‘Kebohongan’ Penjual Es Kue Bogor Disorot, KDM: Saya Gak Percaya Bapak Ini!

DEMOCRAZY.ID – Momen pertemuan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dengan penjual es kue viral bernama Suderajat jadi sorotan.

Dalam pertemuan itu, Dedi Mulyadi dibuat terkejut dengan cerita yang disampaikan oleh Suderajat.

Gubernur yang karib disapa KDM itu curiga penjual es kue asal Bogor itu sedang mengarang cerita.

Bukan soal kasus fitnah es kue berbahan Spons, KDM menyoroti pengakuan Suderajat soal kehidupannya.

Kepada KDM, penjual es kue berusia 50 tahun itu mengaku sedang pusing karena tak punya uang untuk bayaran sekolah anaknya.

Mendengar curhatan Suderajat, KDM pun meresponnya.

“Udah berapa hari enggak usaha (dagang)?” tanya Dedi Mulyadi.

“Udah empat hari. Saya mau nangis pak, mana mau bayaran, belum bayar ngontrak,” kata Suderajat.

“Bayaran apa? bayar sekolah berapa?” tanya Dedi.

“Rp1,5 juta pak,” pungkas Suderajat.

Tak lantas percaya, KDM kembali bertanya ke Suderajat.

Yakni terkait dengan kebenaran bayar sekolah.

Diketahui KDM, sekolah negeri di wilayah Bogor gratis.

Tapi kata Suderajat, anak-anaknya masih dimintai bayaran padahal sekolah di SD negeri.

“Kok gede banget?” tanya KDM.

“Empat bulan enggak bayar-bayar,” akui Suderajat.

“Sebulannya katanya Rp200 ribu? harus dipastiin dulu. Saya yakin bukan sekolah negeri deh,” imbuh KDM.

“Negeri,” ujar Suderajat.

“Enggak mungkin pak sekolah negeri, SD bayar Rp200 ribu, enggak mungkin pak. Nanti saya cek deh sekolahnya,” pungkas KDM.

Dicecar KDM, Suderajat gelagapan.

Hingga akhirnya ia mengaku bahwa anaknya belum bayaran sekolah selama satu bulan, bulan empat bulan seperti cerita awalnya.

“Satu bayar sekolah, emang udah berapa bulan enggak bayar?” tanya KDM.

“Satu bulan,” ujar Suderajat.

“Bapak nih, empat bulan atau satu bulan (belum) bayar sekolah?” tanya KDM lagi.

“Sebulan,” pungkas Suderajat.

“Berarti Rp200 ribu dong bukan Rp1,5 juta. Jangan ngarang. Gimana? kalau ingin hidup maju harus jujur. Kalau kitanya tidak jujur nanti banyak dapat susah dalam hidupnya,” ungkap KDM.

Tak cuma itu, Suderajat juga mengaku punya utang di warung Rp400 ribu.

Selain itu, pria yang karib disapa Jajat itu juga mengaku butuh uang untuk modal usaha jualan es kue lagi sebanyak Rp400 ribu.

Mendengar permintaan Suderajat, KDM pun langsung memberikan uang gepokan Rp10 juta.

“Ini saya aturin, biar bapak beres. Ini bayar kontrakan setahun, setahun dikali Rp800 ribu berapa? Rp9,6 juta. Bayar sekolah Rp200 ribu, bayar ke warung Rp200 ribu. Pas Rp10 juta,” ungkap KDM.

“Iya, iya,” pungkas Jajat.

Sempat memberikan uang gepokan tersebut, KDM lantas mengambilnya lagi.

Diakui KDM, ia tidak percaya pada Jajat bakal membayar semua utangnya itu.

Karenanya, KDM pun mengambil lagi uang Rp10 juta tersebut lalu berjanji akan membayarkan semua utang Jajat.

Sebagai gantinya, KDM memberikan uang Rp5 juta untuk modal Jajat berdagang.

“Atau nanti uangnya saya ambil, sama saya langsung bayarin kontrakannya, takut enggak dibayarin. Ini saya kasih untuk bayaran sekolah, sambil ngecek ke sekolahnya. Benar enggak dulu, kontrakannya akan saya bayar. Saya enggak percaya sama bapak ini bayaran kontrakan sama sekolah. Sama bayar ke warungnya, langsung nanti stafnya saya bayarin. Ini aja buat modal bapak Rp5 juta,” kata KDM.

“Alhamdulillah,” ujar Jajat.

[FULL VIDEO]

Sumber: Tribun

Artikel terkait lainnya