P2G Curiga Pertemuan dengan Ribuan Rektor dan Guru Besar Manuver “Rangkul” Kampus Kritis

DEMOCRAZY.ID – Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan ribuan rektor dan guru besar menuai sorotan.

Ketua Dewan Pakar Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Rakhmat Hidayat, membaca ajang kumpul akademisi di Istana sebagai upaya merangkul, bahkan meredam, arus kritis kampus.

Di matanya, undangan besar-besaran ke 1.200 pimpinan perguruan tinggi tak punya alasan kuat, baik dari sisi urgensi maupun substansi.

“Saya melihat sebenarnya tidak ada alasan yang substansial dan urgens ya, mengundang rektor dan guru besar, apalagi dalam jumlah yang besar seperti ini. Substansinya apa, urgensinya apa, saya tidak melihat ke arah sana,” ujar Rakhmat, dihubungi di Jakarta, Sabtu (17/1/2026).

Ia menilai langkah Prabowo justru cermin kekhawatiran negara terhadap kampus yang belakangan makin vokal, mulai dosen hingga mahasiswa.

“Kalau dibaca lebih kritis, ini sebenarnya respons atau cermin dari kekhawatiran Presiden Prabowo ketika universitas sudah mulai menunjukkan daya kritisnya, terutama di kalangan akademisi dan mahasiswa,” katanya.

Rakhmat mensinyalir acara itu bukan sekadar tatap muka, melainkan potensi konsolidasi memperkuat legitimasi kekuasaan di ruang akademik.

“Ini semacam upaya konsolidasi dari rezim Prabowo dengan mengundang guru besar dan rektor-rektor kampus, untuk bisa ‘dijinakkan’ oleh negara,” ucapnya.

Ia juga mengkritik format pertemuan yang dinilai hanya satu arah dan nihil partisipasi peserta.

“Terlihat dalam acara tersebut tidak ada ruang diskusi, tidak ada kesempatan bagi rektor dan guru besar untuk bertanya atau memberikan perspektif pandangannya,” pungkasnya.

Prabowo sebelumnya mengumpulkan 1.200 rektor, guru besar, dan dekan sosial-humaniora dari kampus negeri dan swasta di Istana Negara, Kamis (15/1/2026).

Pemerintah menyebut agenda ini untuk memberi pengarahan dan memperkuat komunikasi pendidikan tinggi.

Wamen Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie mengatakan antusias dengan forum tersebut.

“Pada hari ini, Bapak Presiden mengumpulkan sekitar… yang sudah hadir ini 1.200 pada hari ini, jadi banyak sekali yang hadir,” kata Stella di Kompleks Istana Kepresidenan.

Ia menyebut forum ini sekaligus membantah anggapan pemerintah tak peduli kajian sosial humaniora.

Stella bahkan mengklaim Prabowo memberi ruang dialog langsung bagi akademisi.

Sumber: Inilah

Artikel terkait lainnya