Rakyat Harus Memilih: Membiarkan Indonesia Hancur & Dijajah China atau Melawan Geng Solo dan Oligarki Taipan?

Rakyat Harus Memilih: Membiarkan Indonesia Hancur & Dijajah China atau Melawan Geng Solo dan Oligarki Taipan?

Oleh: Sholihin MS | Pemerhati Social dan Politik

Mayoritas rakyat Indonesia memang bodoh, tidak punya pendirian, mudah diitipu, kurang ilmu agama, dan sabar yang berlebihan mendekati putus asa.

Penderitaan selama bertahun-tahun begitu mudah dilupakan hanya hanya karena ada bantuan beberapa ribu dan beras beberapa kilogram.

Mereka sangat bodoh dan rapuh.

Itulah sebabnya para politikus bajingan yang berhati busuk selalu memanfaatkan kelemahan rakyat Indonenesia demi mencapai ambisi politik dan tujuan jangka pendek mereka.

Rakyat Indonesia tidak peduli siapa yang bakal memimpin Indonesia, yang penting pernah memberikan bantuan kepada mereka.

 

Mereka tidak punya pemahaman dan kesadaran untuk ikut membangun Indonesia menuju masyarakat yang maju, adil dan makmur.

Menghadapi Jokowi dan genknya yang super jahat terhadap bangsa dan negara pun rakyat kita begitu acuh tak acuh, sangat loyo dan pasrah.

Suka atau tidak, inilah di antara akibat yang ditimbulkan karena Indonesia dijajah Belanda yang sangat lama, telah membentuk mental jongos dan tidak peduli keadaan.

Kalaupu. Reformasi dilakukan berkali-kali, tetapi jika masalah fundamental tidak diperbaiki, terutama di bidang pendidikan, maka akan terus gagal untuk membenahi bangsa, terutama memperbaiki pola pikir dan pola bela negara.

Sikap masa bodoh menjadi bumerang untuk menghancurkan diri sendiri.

Saat ini Indonesia tengah dihadapkan kepada penjajahan baru China yang dibantu oleh para pengkhianat dari bangsa sendiri yang dikomandani oleh Jokowi.

Jokowi, walaupun KTP-nya adalah Warna Negara Indonesia (WNI), tapi jiwanya 100% China sehingga kepada China selalu membela mati-matian, sebaliknya kepada bangsa dan negara Indonesia malah menjadi musuh dan terus berusaha menghancurkannya sampai ke akar-akarnya.

Sebelum Indonesia hancur lebur, Jokowi akan terus menggunakan kekuatan dan kekuasaannya untuk memporak-porandakan Indonesia.

Jokowi itu iblis dan hanya para syetan laknatullah yang terus membela dan mendukung Jokowi.

Kejahatan Jokowi bukan saja telah berbagai dokumen (seperti memalsukan ijazah dan silsilah keluarga), tapi juga kejahatan pembunuhan, kriminalisasi, penipuan, korupsi yang sangat besar, kolusi, nepotisme، pengkhianatan, merekayasa hasil pemilu, merusak alam, menjual negara ke China, merusak seluruh tatanan hukum di Indonesia, menyandera para Menteri dan semua Ketum Parpol, dan mendzalimi rakyatnya sendiri.

Dalam melakukan kejahatan, Jokowi selalu dibantu para kaki tangannya, seperti :

1. Luhut Binsar Panjaitan
2. Pratikno
3. Erick Tohir
4. Tito Karnavian
5. Bahlil Lahadilla
6. Listyo Sigit Prabowo
7. Zulkifli Hasan
8. Airlangga Hartarto
9. Prabowo Subianto
10. Yusril Ihza Mahendra
11. Sri Mulyani
12. Budi Arie
13. Dito Ariotedjo
14. Mohammad Qodari
15. Dan para Termulnya

Mereka-mereka ini baik langsung maupun tidak langsung adalah musuh rakyat Indonesia. Oleh karena itu apa yang harus dilakukan rakyat :

Pertama, Jangan percaya tipu daya dan perkataan mereka

Kedua, Usut semua kejahatan mereka

Ketiga, Laporkan kejahatan mereka kepada aparat penegak hukum yang jujur

Keempat, Miskinkan mereka (rampas harta mereka)

Kelima, Jika semua saluran formal tidak mempan, geruduk mereka seperti yang terjadi di Nepal

Jika Indonesia tidak ingin dijajah China, mari kita bergerak bersama, hancurkan para perusak dan pengkhianat bangsa dan negara ini. ***

Artikel terkait lainnya