Habib Rizieq Beber Alasan Banjir Sumatera dan Aceh Tak Ditetapkan Bencana Nasional: Ada yang Takut Terbongkar!

DEMOCRAZY.ID – Imam Besar Front Persaudaraan Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab angkat suara terkait polemik tidak ditetapkannya bencana banjir bandang dan longsor di Aceh dan Sumatera sebagai bencana nasional.

Meski kondisi korban maupun infrastruktur di tiga provinsi yang terdampak bencana masih sangat memprihatinkan, pemerintah kukuh tidak menetapkan status bencana nasional.

Meski demikian, perhatian pemerintah terhadap penanganan bencana tersebut tetap menjadi prioritas nasional.

Polemik itu kemudian turut memantik sorotan tajam Habib Rizieq Shihab.

Menurutnya, keengganan pemerintah menetapkan bencana Sumatera dan Aceh imbah karena laporan yang diterima terkait penanganan pascabencana tidak sesuai fakta di lapangan.

“Bagaimana Aceh, udah beres pak, bagaimana tenda-tenda? rapi pak. bagaimana makanan? udah tertanggulangi pak. bagaimana listrik? udah nyala semua pak. bagaimana jembatan? udah nyambung,” kata Habib Rizieq Shihab
yang mengibaratkan pertanyaan itu kepada para jajarannya di lapangan.

Laporan yang disebutnya membuat Presiden senang, disebutnya sudah sangat cukup untuk tidak menetapkan bencana tersebut sebagau skala nasional.

Habib Rizieq juga menduga ada andil dari rayuan-rayuan manja agar Aceh tidak ditetapkan sebagai bencana nasional, padahal situasinya sudah sangat memprihatinkan.

“Jadi kalau begitu penetapan bencana nasional? ngak usah pak. itu urusan kita-kita,” tuturnya.

Padahal menurutnya, dengan ditetapkannya bencana nasional, bantuan dalam jumlah besar dari luar negeri akan berdatangan.

Selain bantuan dalam bentu pangan dan kebutuhan lainnya, juga dipastikan akan banyak infrastruktur lain yang mengikutinya.

Habib Rizieq lantas mengungkap ketakutan oknum tertentu sehingga bencana di Sumatera dan Aceh tidak ditetapkan status nasional.

“Bukan bantuannya yang mereka takutkan, tapi jurnalis dari luar akan datang, peneliti-peneliti akan datang. Mereka mencari kenapa bisa hancur begini,” terangnya.

Habib Rizieq menyebut, para pihak tersebut sudah pasti akan mencari tahu kenapa terjadi banjir, kenapa hutan gundul, sampai pada kebijakan-kebijakan pemerintah yang menyebabkan bencana tersebut terjadi akan diketahui asing.

“Oh karena banjir, kenapa banjir, oh karena hutannya gundul, kenapa hutannya gundul, oh karena ada program ini. Siapa yang buat program, siapa yang tanda tangan, apa nama perusahaan, siapa yang beri izin, jadi terbongkar semua. Jadi banyak yang takut kalau itu semua terbongkar,” tandas Habib Rizieq.

Sumber: Fajar

Artikel terkait lainnya