DEMOCRAZY.ID – Genderang perang di Timur Tengah tak lagi sekadar sayup-sayup.
Isu rencana militer Amerika Serikat (AS) yang bersiap melancarkan operasi darat ke wilayah Iran langsung disambut dengan gertakan mengerikan dari Teheran.
Harian berbahasa Inggris terkemuka di Iran, Tehran Times, secara demonstratif memuat pesan ancaman bertajuk “Welcome to Hell” alias “Selamat Datang di Neraka” pada halaman utamanya pada edisi Sabtu (27/3/2026).
Tajuk utama ini secara spesifik ditujukan untuk merespons kemungkinan sepatu lars tentara AS menginjak tanah Persia.
“Setiap pasukan AS yang menginjakkan kaki di tanah Iran jika terjadi invasi darat, akan pergi hanya dalam peti mati,” tulis Tehran Times dalam peringatan kerasnya.
Psywar atau perang urat saraf dari media corong pemerintah Iran ini meledak hanya sehari setelah sejumlah media di AS melaporkan adanya pergerakan masif dari Pentagon, yakni pengerahan hingga 10.000 pasukan tambahan ke palagan Timur Tengah.
Di sisi seberang, mesin perang Washington dikabarkan memang tengah dipanaskan.
Pentagon disebut-sebut sedang mematangkan rencana operasi darat yang dirancang berlangsung selama beberapa minggu di wilayah Iran.
Mengutip pejabat anonim yang dibocorkan oleh Washington Post, operasi ini kemungkinan besar menargetkan fasilitas strategis seperti Pulau Kharg dan sejumlah lokasi pesisir yang berbatasan langsung dengan urat nadi perdagangan minyak dunia, Selat Hormuz.
Meski begitu, sumber tersebut menegaskan bahwa manuver ini tidak akan berujung pada invasi darat berskala penuh yang menduduki sebuah negara.
Skenario yang disiapkan lebih condong pada serangan kilat dan terukur yang hanya melibatkan pasukan operasi khusus (special forces) serta unit infanteri konvensional.
Hingga berita ini diturunkan, Presiden AS Donald Trump dilaporkan belum meneken persetujuan akhir terkait pengerahan pasukan darat tersebut.
Spekulasi invasi darat ini makin mendekati kenyataan dengan merapatnya monster laut milik Angkatan Laut AS, kapal serbu amfibi USS Tripoli, di perairan Timur Tengah pada Jumat (27/3/2026).
Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa kapal raksasa yang biasanya bermarkas di Jepang tersebut datang dengan membawa kekuatan tempur penuh.
Dikutip dari AFP, USS Tripoli mengangkut sekitar 3.500 prajurit Marinir dan pelaut.
Tidak hanya personel, kapal ini ibarat pangkalan militer terapung.
Melalui unggahan resmi CENTCOM, terlihat USS Tripoli mengangkut aset serbu amfibi dan taktis kelas wahid.
Foto-foto yang dirilis memperlihatkan deretan helikopter Seahawk mejeng di dek kapal, disusul pesawat tiltrotor Osprey yang menjadi andalan untuk transportasi personel tempur berkecepatan tinggi. Yang paling mematikan, siluet jet tempur generasi kelima F-35 juga tampak siap siaga di landasan pacu kapal.
Kedatangan kelompok tempur Tripoli ini ironisnya terjadi di tengah narasi diplomasi yang coba dibangun oleh Washington.
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, sebelumnya melempar pernyataan bahwa AS sejatinya dapat mencapai tujuan-tujuan strategisnya di Iran tanpa perlu mengorbankan prajurit daratnya ke medan tempur.
Kini, dengan pasukan AS yang makin merapat dan Iran yang sudah menyiapkan ‘peti mati’, percikan api sekecil apa pun di Selat Hormuz dipastikan akan membakar seluruh kawasan.
Sumber: Inilah