Waspada! Mayjen (Purn) Tri Tamtomo Peringatkan Ancaman Asing, IKN, dan Keretakan Hukum Nasional

DEMOCRAZY.ID – Kondisi Indonesia dinilai sedang berada di titik rawan dan berbahaya.

Ancaman asing di depan mata, konflik politik di dalam negeri makin tajam, sementara penegakan hukum dipersepsikan tidak adil.

Peringatan keras ini disampaikan Mayjen TNI (Purn) Tri Tamtomo dalam diskusi kebangsaan Indonesia Today yang tayang di platform YouTube.

Dalam pemaparannya, Tri Tamtomo menegaskan bahwa Indonesia saat ini menghadapi situasi yang bisa disebut sebagai “negara dalam kondisi kritis”.

Ia mengingatkan bahwa lemahnya kewaspadaan nasional terhadap ancaman asing berpotensi menyeret Indonesia pada skenario kehancuran negara, sebagaimana yang pernah dialami Venezuela.

Salah satu sorotan utama adalah proyek pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Nusantara.

Menurut Tri, pemindahan ibu kota bukan sekadar proyek pembangunan fisik, melainkan keputusan strategis yang menyangkut kedaulatan, ekonomi, dan stabilitas politik nasional.

Jika dilakukan tanpa kehati-hatian dan perhitungan geopolitik yang matang, IKN justru dapat menjadi titik lemah negara.

“Ketika negara sibuk membangun simbol, tetapi lupa membangun daya tahan nasional, maka ancaman asing mudah masuk,” tegasnya, Ahad (1/2/2026).

Di dalam negeri, Tri Tamtomo menilai bangsa ini sedang mengalami pembelahan serius akibat isu-isu sensitif yang dibiarkan berlarut-larut.

Salah satunya adalah polemik dugaan ijazah palsu mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang kembali mencuat dan memicu perdebatan luas di tengah masyarakat.

Ia menyoroti sikap penguasa yang dinilai pasif dan tidak tegas dalam meredam kegaduhan publik.

Akibatnya, isu tersebut berkembang liar dan memperdalam polarisasi rakyat.

Lebih jauh, Tri Tamtomo juga mengkritik kondisi penegakan hukum yang dianggap timpang.

Menurutnya, keadilan hukum saat ini dirasakan tidak menyentuh semua pihak secara setara.

Kriminalisasi terhadap kelompok oposisi, kata dia, bukan sekadar tudingan, melainkan realitas yang dirasakan sebagian masyarakat.

Dalam konteks institusi kepolisian, Tri menyampaikan kritik keras terhadap kepemimpinan Polri.

Ia menilai reformasi Polri yang diperjuangkan sejak era Reformasi justru mengalami kemunduran.

Kapolri disebut telah mengangkangi semangat reformasi dengan praktik-praktik yang menjauh dari prinsip profesionalisme dan independensi.

Diskusi kebangsaan Indonesia Today ini menjadi alarm keras bagi semua elemen bangsa.

Tri Tamtomo menegaskan bahwa tanpa koreksi serius dari elite politik dan penegak hukum, Indonesia berisiko masuk ke fase krisis multidimensi yang sulit dikendalikan.

“Negara bisa kuat bukan karena proyek besar, tetapi karena keadilan, persatuan, dan keberanian pemimpinnya menghadapi kebenaran,” pungkasnya.

Sumber: RadarAktual

Artikel terkait lainnya