DEMOCRAZY.ID – Gubernur Akademi Kepolisian (Akpol) Irjen Daniel Tahi Monang Silitonga mengakui pendidikan yang dijalani oleh taruna Akpol memang kurang manusiawi.
Sebab, mereka diharuskan sudah bangun pada pukul 04.00 pagi, lalu baru selesai beraktivitas pada pukul 22.00, tanpa istirahat.
“Di Akpol kita sedang laksanakan perbaikan-perbaikan terutama dalam hal penyempurnaan kurikulum. Memang kalau kita perhatikan, kalau kita pikirkan memang sementara ini pendidikan kita kurang manusiawi. Karena mereka bangun misalnya jam 4 pagi, solat, ibadah, mulai dari jam 4 pagi sampai jam 10 malam tanpa ada istirahat mereka melaksanakan kegiatan,” ujar Daniel di rapat Komisi III DPR, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (2/4/2026).
Daniel menyampaikan, dengan Sistem Kredit Semester (SKS) di Akpol saat ini, para taruna memang harus duduk di kelas terus.
Namun, dia berpandangan, jika sistem ini terus dilanjutkan, maka taruna Akpol tidak mungkin bisa konsentrasi.
“Bangun mulai dari jam 4 pagi sampai jam 10 malam, bahkan bisa sampai lebih,” ucapnya.
Daniel menyebut, kini, taruna Akpol mendapat jatah istirahat siang.
Setelah itu, barulah mereka kembali melaksanakan proses belajar.
“Oleh karena itu, kemarin dalam waktu dekat, mulai hari ini kami sudah implementasikan untuk di Akpol itu sudah ada istirahat siang. Yaitu mereka kami alokasikan waktu 1 jam 15 menit untuk mereka tidur siang. Sebelum masuk mereka proses pembelajaran berikutnya,” imbuh Daniel.
Sumber: Kompas