DEMOCRAZY.ID – Kunjungan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan ke kawasan terdampak bencana hidrometeorologi di Padang, Sumatra Barat, menuai beragam reaksi publik.
Aksi sang menteri yang ikut membersihkan rumah warga dan memanggul beras dinilai sebagian pihak sebagai bentuk kepedulian, namun tidak sedikit pula warganet yang mengkritiknya dengan mengungkit rekam jejak masa lalu.
Zulkifli Hasan mengunjungi warga Kelurahan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Padang, Sumatra Barat pada Minggu, 30 November 2025.
Melalui video yang diunggah di akun Instagram @zul.hasan, terlihat ia menggunakan sekop untuk menyingkirkan lumpur tebal dari salah satu rumah warga yang terdampak banjir bandang.
Dalam cuplikan lain, Zulhas juga tampak memanggul sekarung beras untuk diberikan secara langsung kepada seorang korban bencana.
“Di tengah genangan yang menelan jejak kehidupan, kita kembali diingatkan betapa rapuhnya segalanya. Di Padang, air bah bukan hanya merusak rumah tapi juga merenggut tawa, kenangan, dan rasa aman,” tulisnya di Instagram, Minggu, 30 November 2025.
“Semoga setiap langkah pemulihan membawa kembali harapan bagi mereka yang kehilangan. Insya Allah, pemerintah akan bangun kembali rumah-rumah itu,” sambungnya.
Zulkifli memastikan bahwa pemerintah pusat terus memantau kondisi warga terdampak dan menegaskan bahwa pasokan pangan menjadi prioritas utama dalam fase tanggap darurat.
“Kita ingin memastikan masyarakat yang terdampak banjir tetap mendapatkan pasokan pangan yang aman dan cukup. Karena itu, pemerintah pusat dan daerah harus bergerak bersama agar proses penanganan berjalan cepat,” tandasnya.
[VIDEO]
Bencana di manfaatkan zulhas
Buat pencitraan…. Anjerr bukan.. pic.twitter.com/kkizLMecAN— gunawan wbs 🇮🇩 (@Gunawan75_) December 1, 2025
Lihat postingan ini di Instagram
🙏🏻🙏🏻🙏🏻 pic.twitter.com/oXxs8GItIu
— loid forger 。◕‿◕。 (@KemenperinRI) December 1, 2025
Video kunjungan tersebut memicu gelombang komentar kritis dari warganet.
Banyak yang justru kembali menyoroti perbincangan lama antara Zulkifli Hasan dan aktor Hollywood, Harrison Ford dalam sebuah program dokumenter ketika Zulhas masih menjabat Menteri Kehutanan (Menhut) pada 2009–2014.
Dalam video lawas itu, Harrison Ford terlihat terkejut atas perubahan kawasan Taman Nasional Tesso Nilo yang sebagian telah menjadi perkebunan sawit.
Bahkan Ford turut mencecar Zulhas dengan raut wajah serius, mengapa pembalakan liar tersebut bisa begitu masif terjadi yang seolah terjadi pembiaran oleh pemerintah.
Cuplikan tersebut kembali viral, memunculkan kritik bahwa kerusakan hutan yang dipersoalkan sejak lebih dari satu dekade lalu masih belum terselesaikan hingga kini.
Kolom komentar postingan Zulhas pun dipenuhi sindiran bernada tajam.
“Jejak digital cengengesan-nya di depan Harisson Ford, yang bahkan sekelas menteri nggak basic English aja nggak bisa,” kritik @avill_wij****.
“Sandiwara konoha, bak dewa penolong panggul2 beras kasih bantuan padahal biangkeroknya dia2 juga,” cibir akun lain.
“Dunia ini panggung sandiwara dan ini bukan hanya sekedar lagu,” timpa achmad****.
“Jangan mudah percaya, ini adalah akting mencari simpati, Jangan Mudah percaya dan,” tulis @hu****.
“Pelaku menjenguk korban, kalo gak didampingi TNI sudah habis sama masyarakat kau Pak,” seloroh @yoshi_venge****.
Kritik-kritik tersebut menandakan bahwa publik masih menaruh perhatian besar terhadap rekam jejak kebijakan lingkungan dan konsistensi para pejabat pemerintah, bahkan ketika mereka sedang berada di lokasi bencana.
Video Zulhas dengan harison Ford kembali viral setelah bencana banjir bandang Landa sumatera pic.twitter.com/qUClvBoNKw
— 5tePh3N (@P3gEl) November 30, 2025
Sumber: Konteks