VIRAL! Penumpang Muslim Ditangkap Tim Taktis AS Bersenjata Lengkap Gara-Gara Timer Salat

DEMOCRAZY.ID – Suasana tegang terjadi di dalam penerbangan Southwest Airlines rute Nashville–Fort Lauderdale, Amerika Serikat.

Peristiwa ini viral di sosial media setelah sejumlah tim taktis bersenjata lengkap masuk ke dalam pesawat.

Insiden itu terjadi pada Jumat malam (7/3/2026) di Southwest Airlines Flight 2094 yang berangkat dari Bandara Internasional Nashville menuju Florida.

Dilansir dari Fox 17, pesawat akhirnya dialihkan ke Bandara Internasional Hartsfield-Jackson Atlanta setelah awak kabin dan penumpang merasa khawatir.

Seorang penumpang yang merupakan siswa sekolah menengah dari Williamson County merekam momen sebelum petugas masuk ke dalam pesawat.

“Pria itu memasang timer di ponselnya yang berbunyi setiap 10 menit dan dia berdoa dengan bahasa asing,” kata penumpang tersebut.

Ia menambahkan, perilaku pria tersebut membuat penumpang lain gelisah.

“Dia berkeringat dan terus bertanya kepada pramugari di mana tasnya, berkali-kali,” ujarnya.

Sumber internal Southwest Airlines juga mengonfirmasi bahwa pria tersebut memang berdoa dengan suara keras selama penerbangan.

Sekitar satu jam setelah situasi dianggap tidak nyaman oleh awak dan penumpang, pilot akhirnya memutuskan mengalihkan penerbangan ke Atlanta sebagai langkah pencegahan.

Menurut saksi, pesawat kemudian diarahkan ke area terpencil di landasan dan dikelilingi kendaraan darurat.

Setelah menunggu lebih dari satu jam, tim taktis kepolisian Atlanta naik ke dalam pesawat dengan senjata terhunus.

“Petugas berteriak, ‘Berdiri!’ saat mereka mendekati pria itu,” kata seorang penumpang lain.

Pria tersebut kemudian dikawal keluar dari pesawat tanpa perlawanan.

Sementara itu, laporan dari NBC South Florida mengungkap fakta lain. Insiden tersebut berkaitan dengan seorang penumpang yang memasang timer di ponselnya untuk mengingatkan waktu salat selama bulan suci Ramadan.

“Insiden itu berkaitan dengan penumpang yang mengatur timer di ponselnya agar dapat berdoa saat Ramadan,” lapor NBC News.

Beberapa jam setelah kejadian, Biro Investigasi Federal (FBI) memastikan tidak ada ancaman yang kredibel dalam insiden tersebut.

Otoritas juga menyatakan tidak ada tuntutan hukum yang diajukan.

Southwest Airlines menyebut kejadian itu sebagai kesalahpahaman terhadap perilaku penumpang.

“Awak pesawat Flight 2094 memutuskan mengalihkan penerbangan ke Atlanta sebagai langkah kehati-hatian. Kami meminta maaf kepada pelanggan atas kesalahpahaman dan keterlambatan yang terjadi,” bunyi pernyataan resmi maskapai.

Setelah insiden itu, para penumpang harus menunggu sekitar dua jam sebelum diberangkatkan kembali dengan pesawat berbeda.

Penerbangan akhirnya tiba di Fort Lauderdale sekitar pukul 03.00 dini hari, atau sekitar enam jam lebih lambat dari jadwal semula.

Sumber: Suara

Artikel terkait lainnya