VIRAL! Mantan Akuntan SPPG di Sukabumi Ungkap Dugaan ‘Praktik Korupsi’ Pengadaan Barang MBG

DEMOCRAZY.ID – Viral di media sosial seorang akuntan SPPG di Kota Sukabumi membongkar praktik mark up yang dilakukan oleh dapur MBG tempatnya bekerja.

Wanita berinisial F yang merupakan seorang akuntan tersebut merinci bahwa mark up tersebut dilakukan dengan cara menaikkan jumlah orderan namun barang yang datang tak sama.

Namun kemudian wanita tersebut memberikan pernyataan permohonan maaf atas podcast yang menyinggung mark up tersebut.

Video di Akhir Artikel

Fikri Febriansyah (26 tahun) Kepala SPPG Lembursitu 2, mengaku bahwa yang dikatakan F dalam podcast-nya tersebut merupakan hal yang tak benar.

Fikri mengklaim bahwa adanya data yang diungkap oleh F tak sinkron dengan data SPPG. Sebab ada pembelian lain untuk menutupi kekurangan bahan makanan.

“Awalnya ini kita miskomunikasi antara akuntan dengan ahli gizi juga tidak ada laporan, karena di hari itu ada kekurangan beras, ayam dan buah,” kata Fikri saat ditemui awak media di Lembursitu Kota Sukabumi, Rabu (11/3/2026) sore.

“Jadi mau bagaimana lagi kan kita juga kekurangan itu di dini hari, jadi kita harus segera membeli langsung ke koperasi, sehingga ada penambahan dari ayam dan beras tersebut,” ucapnya lebih lanjut.

Fikri menuturkan bahwa begitu vital narasi tentang mark up tersebut, pihaknya kemudian memanggil yang bersangkutan.

Saat memanggil akuntan, Fikri menuturkan bahwa pihaknya kemudian melakukan sinkronisasi data dan menjelaskan bagaimana terjadinya pembelian bahan yang kurang.

Termasuk kala pembelian bahan ada yang rusak atau busuk.

“Saya menghubungi yang bersangkutan untuk mengadakan diskusi, lalu pengecekan dari pihak akuntan tersebut karena memang ada penambahan di hari tersebut juga. Kita kan diawali dengan datang barang, kita sortir dulu, karena ketika datang barang kan sesuai PO awal, dan ternyata ketika disortir itu ada yang busuk, ada yang rusak berasnya,” katanya.

“Jadi harus ada pengganti di dini hari, sehingga kita pesan lagi ke koperasi, jadi saat pemesanan barang akuntan itu sakit dan sedang tidak ada di dapur,” ucap Fikri.

Fikri kemudian menjelaskan setelah viralnya narasi tersebut pihak dapur dan F kemudian akan menyelesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan.

“Kita juga sudah ada komunikasi dengan akuntan itu, dan dia juga sudah mengklarifikasi hal tersebut,” tegas Fikri.

Sumber: Kompas

Artikel terkait lainnya