DEMOCRAZY.ID – Ustaz Andri Kurniawan mengungkap klaim mengejutkan dalam sebuah ceramah yang beredar luas di media sosial.
Ia menyebut Presiden Prabowo Subianto nyaris dijatuhkan melalui skenario non-militer yang melibatkan proyek strategis nasional.
Klaim itu, menurut Ustaz Andri, ia peroleh dari informasi yang disebutnya sebagai “info A1” dari lingkar dalam kekuasaan.
Dalam ceramah yang ditayangkan kanal Youtube Topik Pilihan tersebut, Ustaz Andri memaparkan apa yang ia sebut sebagai pola kerja “elite global” dalam menjatuhkan pemimpin negara yang dianggap tidak sejalan dengan kepentingan mereka.
Pola itu, katanya, bukan melalui kudeta bersenjata, melainkan lewat tekanan ekonomi, proyek besar, dan instabilitas politik.
Ia menarik garis ke belakang, menyinggung runtuhnya pemerintahan Presiden BJ Habibie.
Menurut penuturan Ustaz Andri, Habibie menjadi sasaran karena rencananya membangun kemandirian industri strategis dan militer nasional.
Dampaknya, kata dia, ekonomi diguncang, nilai rupiah anjlok, hingga pertanggungjawaban Habibie ditolak di MPR.
Pola serupa, lanjutnya, disebut kembali dicoba terhadap Presiden Prabowo. Salah satu pintu masuk yang disorot adalah proyek kereta cepat Jakarta–Bandung.
Dalam ceramah itu, Ustaz Andri menyebut adanya dugaan mark up hingga lima kali lipat, dengan perbandingan proyek serupa di Arab Saudi yang membangun jalur jauh lebih panjang dengan anggaran hampir setara.
Ia mengklaim Presiden Prabowo merespons dengan meminta audit mendalam, termasuk melibatkan KPK.
Dari penelusuran tersebut, menurut Ustaz Andri, ditemukan persoalan lain berupa dugaan penjualan tanah negara yang hasilnya tidak masuk ke kas negara.
Nama mantan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan juga disebut, dengan klaim bahwa penolakannya menandatangani perjanjian government to government menjadi alasan ia dicopot.
Ustaz Andri menegaskan, ceramah ini bukan untuk mengadu domba, melainkan mengajak publik memahami bahwa ancaman terhadap kedaulatan negara tidak selalu datang dalam bentuk perang terbuka.
Ia juga menyinggung isu separatisme dan tekanan internasional sebagai bagian dari strategi melemahkan negara.
Di akhir ceramah, Ustaz Andri menyatakan upaya tersebut, menurut versinya, gagal karena Presiden Prabowo memilih bertanggung jawab dan mengambil langkah cepat.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi, serta menyikapi informasi dengan pikiran jernih dan hati terbuka.
[VIDEO]
Sumber: Herald