DEMOCRAZY.ID – Mantan Sekretaris Kementerian BUMN sekaligus aktivis, Said Didu menyebut manuver dinasti yang dilakukan oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) ini atas dasar kebohongan, kelicikan dan keculasan.
Hal tersebut diutarakannya saat menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Kamis (2/10/2025).
Ratusan massa tersebut mengatasnamakan dirinya Gerakan Lintas Aliansi Adili Koruptor (Gladiator).
Mereka mendesak agar Jokowi ditangkap dan diadili atas berbagai tuduhan kasus tindak pidana korupsi.
“Selamatkan NKRI dari Jokowi. Manuver liar Dinasti Jokowi yang didasari kebohongan, kelicikan dan keculasan,” kata Didu.
Sejumlah aktivis nasional turut hadir.
Selain Said Didu hadir pula mantan Wakil Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi, mantan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI (Purn) Slamet Soebijanto, Direktur Indonesian Resources Studies (IRESS), Marwan Batubara.
Said Didu yang tampil sebagai orator utama dan menyampaikan orasi dari atas mobil komando yang mengarah ke gedung KPK.
Dalam orasinya, Said Didu mengkritik keras dinasti politik keluarga Jokowi yang diduganya sedang menggalang dukungan agar Prabowo-Gibran tetap berpaket pada Pilpres 2029 mendatang.
“Menurut saya keluarga ini sudah keterlaluan. Karena menganggap negara ini punya dia,” kata Said Didu.
Said Didu menegaskan tidak sudi melihat keluarga maupun keturunan Jokowi tetap berkuasa di negeri ini seolah-olah Jokowi adalah pemilik Indonesia.
“Kami tidak rela Joko Widodo seakan-akan pemilik Indonesia. Karena kami tidak tahu sejarah keluarga itu. Saya bertanya, masa kita semua bukti masih diam?” tegasnya.
Sementara itu, Mantan Wakil Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi dalam orasinya menyebut hukum di Indonesia terkoyak selama Jokowi berkuasa 10 tahun.
Oleh karenanya, ia mendukung pemerintahan Prabowo Subianto untuk melakukan bersih-bersih agar Indonesia segera bangkit.
“Oleh karena itu kita semua punya tekad yang sama, mendukung Bapak Prabowo untuk membangun pemerintahan yang bersih itu guna Indonesia dapat bangkit kembali setelah betul-betul dihancurkan selama era Bapak Jokowi,” tegas Fachrul Razi.
Sumber: Fajar