Trump Ungkap Chat Pribadi dari Macron, Bahas Isu Greenland!

DEMOCRAZY.ID – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkap pesan dari Presiden Prancis Emmanuel Macron yang berisi tawaran penyelenggaraan tuan rumah KTT G7 di Paris untuk membahas isu Greenland.

Macron juga mengaku dapat mengundang ‘Rusia’ di sela pertemuan.

Hal itu disampaikan Trump melalui akun Truth Social resmi miliknya seperti dilansir France 24, Rabu (21/1/2026).

Pesan tersebut juga dikonfirmasi oleh rombongan presiden Prancis.

Macron mengirimkan ‘pesan pribadi’ kepada Donald Trump untuk menawarkan penyelenggaraan KTT G7 di Paris pada hari Kamis, di mana Rusia dapat diundang di sela-sela pertemuan, demikian konfirmasi dari rombongan presiden Prancis.

Diketahui, Trump memposting isi pesan Macron tersebut melalui jaringan Truth Social miliknya, di mana Macron juga mengusulkan untuk mengundang Ukraina ke pertemuan tersebut, serta mengundang Denmark untuk membahas perbedaan pendapat mengenai Greenland.

Tawaran ini muncul ketika Eropa sedang mempertimbangkan tindakan balasan setelah Trump mengancam akan mengenakan tarif pada delapan negara Eropa dalam upaya untuk menekan Uni Eropa terkait Greenland.

Dalam pesan tersebut, Macron mengaku telah sejalan dengan AS terkait Suriah dan Iran.

Namun, Macron mengungkap kebingungannya soal maksud Trump di Greenland.

“Sahabatku, kita sepenuhnya sejalan mengenai Suriah. Kita bisa melakukan hal-hal besar di Iran. Saya tidak mengerti apa yang Anda lakukan di Greenland,” kata Macron dalam pesannya.

Macron lalu menawarkan Trump untuk mengadakan pertemuan KTT G7 di Paris serta mengundang Ukraina, Denmark, Suriah, hingga Rusia di sela pertemuan.

“Saya bisa mengatur pertemuan G7 di Paris pada Kamis sore setelah Davos,” tulis Macron, merujuk pada pertemuan para elit global di Swiss tempat presiden AS dijadwalkan hadir.

“Saya bisa mengundang Ukraina, Denmark, Suriah, dan Rusia di sela-sela pertemuan,” tambahnya.

Namun, tidak jelas kapan pesan-pesan dari Macron kepada Trump tersebut dikirimkan.

Diketahui, hubungan Trump dengan Macron mencapai titik terendah baru pada hari Senin ketika Trump mengancam akan mengenakan tarif 200 persen pada anggur Prancis karena niat Prancis untuk menolak undangan bergabung dengan “Dewan Perdamaian”-nya.

“Ancaman tarif untuk memengaruhi kebijakan luar negeri kita tidak dapat diterima dan tidak efektif,” kata sumber yang dekat dengan Macron pada hari Selasa.

Sementara itu, Macron dijadwalkan tiba di pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, pada Selasa pagi, dan kembali ke Paris pada Selasa malam, kata para ajudan Elysée pada hari Senin.

Ia menambahkan bahwa tidak ada rencana untuk memperpanjang masa tinggalnya hingga Rabu, ketika Trump tiba di kota Swiss tersebut.

Sumber: Detik

Artikel terkait lainnya