Trump Ngaku Sudah Punya Kandidat Pemimpin Baru Iran, Klaim Sosok Tepat Bawa Perubahan, Siapa?

DEMOCRAZY.ID – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, kembali melontarkan pernyataan kontroversial terkait masa depan politik di Iran.

Trump mengklaim, dirinya sudah mengantongi nama-nama potensial yang dianggap layak untuk memimpin Iran setelah kematian Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.

Dalam sesi wawancara dengan CBS News, Trump memberikan sinyal kuat bahwa Washington tengah memantau ketat transisi kekuasaan di Teheran.

Meski enggan membocorkan nama, Trump meyakini ada sosok yang “tepat” untuk membawa perubahan di negara tersebut.

“Saya tahu betul siapa orangnya (yang memegang kendali), tapi saya tidak bisa mengatakannya kepada Anda sekarang,” ujar Trump dengan gaya khasnya yang penuh teka-teki.

Saat didesak apakah dirinya memiliki kandidat favorit untuk memimpin Iran di masa depan, Trump menjawab lugas.

“Ya, saya rasa begitu. Ada beberapa kandidat yang sangat bagus,” tambahnya.

Langkah Trump ini dinilai banyak pihak sebagai bentuk dukungan terhadap pergantian rezim.

Sebelumnya, lewat platform media sosial Truth Social, Trump menyebut situasi saat ini sebagai “kesempatan tunggal terbesar” bagi rakyat Iran untuk merebut kembali kedaulatan negara mereka dari pengaruh garis keras.

Namun, Trump juga menyisipkan nada waspada.

Ia tak menampik adanya risiko bahwa pemimpin baru yang muncul bisa saja setali tiga uang dengan pendahulunya.

“Skenario terburuknya adalah kita melakukan semua ini, lalu seseorang yang memimpin ternyata sama buruknya dengan yang sebelumnya. Kita tidak ingin itu terjadi,” tegasnya.

Israel Mulai Fase Baru

Militer Israel mengumumkan dimulainya “fase baru” serangan udara besar-besaran yang menargetkan infrastruktur vital di jantung ibu kota Iran, Teheran, pada Jumat (6/3/2026).

Langkah ini menandai genap satu minggu operasi militer gabungan antara Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran.

Ledakan hebat dilaporkan mengguncang berbagai sudut kota Teheran sejak Jumat dini hari, tak lama setelah militer Israel memberikan peringatan resmi mengenai peningkatan intensitas serangan.

Mengutip Al Arabiya, kepala militer Israel menegaskan bahwa operasi kali ini difokuskan untuk melumpuhkan kemampuan militer dan infrastruktur pemerintahan Iran.

Hal ini sejalan dengan pernyataan Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, yang memperingatkan adanya lonjakan drastis “kekuatan tempur” di wilayah udara Iran.

Menanggapi gempuran tersebut, Garda Revolusi Iran (IRGC) segera meluncurkan serangan balasan menggunakan rudal ke arah Tel Aviv.

Suara ledakan dan sirene peringatan udara dilaporkan terdengar di wilayah pusat Israel dan kota Netanya, yang memicu kebakaran di beberapa area pemukiman.

Perang yang telah berlangsung selama tujuh hari ini mulai menyeret negara-negara tetangga.

Qatar melaporkan telah mencegat drone yang mengincar pangkalan militer AS di wilayahnya.

Sementara itu, di Lebanon, korban jiwa terus berjatuhan dengan angka kematian mencapai 123 orang akibat serangan udara Israel yang juga menyasar wilayah tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di Teheran masih sangat tegang dengan kepulan asap yang terlihat di beberapa titik strategis.

Sementara komunitas internasional terus memantau kemungkinan adanya invasi darat yang hingga kini masih dibantah oleh pihak Washington.

Sumber: Tribun

Artikel terkait lainnya