Tokoh Ulama Ini Senang Palestina Tak Diajak Gabung Board of Peace: Mereka Tak Terikat Perjanjian!

DEMOCRAZY.ID – Ketua Umum Wahdah Islamiyah sekaligus tokoh ulama berpengaruh di Indonesia, Ustaz Muhammad Zaitun Rasmin, menilai tidak diajaknya Palestina untuk bergabung dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perjanjian sebagai hal yang positif.

Adapun, negara-negara yang telah bergabung dalam BoP ini ada sebanyak 27, termasuk Indonesia.

Presiden Prabowo Subianto memutuskan untuk bergabung BoP itu dengan alasan untuk menjaga ketertiban dunia serta mendorong penyelesaian damai konflik internasional, seperti solusi dua negara penyelesaian konflik Palestina-Israel.

BoP ini merupakan lembaga bentukan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump yang bertujuan untuk mengawasi pengakhiran permanen perang di Gaza, penyelesaian krisis sandera, perlindungan warga sipil, rekonstruksi Jalur Gaza, serta kemajuan proses perdamaian Israel–Palestina yang berkelanjutan.

Namun, publik mengkritik BoP karena tidak melibatkan Palestina di dalamnya karena pihak yang berkonflik justru tidak diajak langsung dalam pengambilan keputusan.

Meski beda pandangan, Zaitun tetap menghormati pendapat orang lain terkait BoP ini karena tidak melibatkan Palestina.

“Kebanyakan orang mempersoalkan BoP, BoP ini tidak ada gunanya karena Palestina tidak diajak, tentu saya hormati pandangan orang, tapi kalau saya dalam pandangan lain bahwa ketika Palestina tidak diajak, itu sementara ini lebih positif,” katanya, Sabtu (7/2/2026), dikutip dari YouTube Abraham Samad SPEAK UP.

“Kenapa? Karena kalau Palestina diajak, siapa yang diajak? Apakah otoritas atau para pejuang Gaza, biasanya otoritas, sementara selama ini dalam genosida 2 tahun, otoritas tidak berfungsi, yang lebih eksis para pejuang di Gaza,” sambungnya.

Selain itu, sisi positif lainnya, kata Zaitun, Palestina tidak akan terikat dalam perjanjian BoP yang telah dibuat oleh Trump tersebut.

“Kalau kembali pada perjanjian Hudaibiyah, ini subhanallah, mudah-mudahan ini akan terwujud, bahwa ketika pejuang Gaza, pejuang Palestina tidak ikut di BoP, mereka tidak terikat dengan perjanjian itu,” ucapnya.

Sementara soal aspirasi warga Palestina, menurut Zaitun, akan terus diperjuangkan oleh negara lain dalam forum BoP, seperti Turki, Qatar, Saudi Arabia, bahkan Indonesia.

“Kita yakin semua ini akan memperjuangkan aspirasi itu. Kalau ada orang meragukan perjuangan Turki dan Qatar, dia patut introspeksi diri, apa yang sudah dia lakukan untuk Palestina.”

“Sementara Qatar dan Turki itu sepanjang waktu yang lama membantu Palestina, konkret banget (bantuannya),” tegasnya.

[VIDEO]

Sumber: Tribun

Artikel terkait lainnya