Tiga Warga Indonesia Diakui Israel Sebagai ‘Pahlawan’ Bagi Yahudi, Kok Bisa?

DEMOCRAZY.ID – Dalam catatan sejarah kemanusiaan dunia, tiga nama asal Indonesia kini tercatat abadi di Tembok Kehormatan Yad Vashem, Museum Holocaust Israel.

Mereka adalah Tole Madna, Mima Saina, dan Rahmat Kusumobroto — tiga sosok yang berani menyelamatkan nyawa orang Yahudi di tengah kegelapan rezim Nazi.

Museum Holocaust Yad Vashem di Yerusalem secara resmi mendaftarkan dan memberi penghormatan kepada orang-orang non-Yahudi dari seluruh dunia yang menolong Yahudi selama peristiwa Holocaust.

Gelar ini dikenal sebagai “Righteous Among the Nations” — penghargaan tertinggi dari Israel bagi non-Yahudi.

Hingga kini, tercatat 27.921 orang dari 51 negara menerima gelar tersebut.

Nama mereka diabadikan di tembok kehormatan Yad Vashem.

Beberapa bahkan memperoleh kewarganegaraan kehormatan Israel serta hak atas tunjangan negara, bantuan ekonomi, dan perawatan medis bila diperlukan.

Di antara deretan nama dari Belanda, terdapat dua warga Indonesia: Tole Madna dan Mima Saina.

Keduanya menyembunyikan seorang bayi Yahudi bernama Alfred Munzer selama empat tahun di rumah mereka, ketika Belanda berada di bawah pendudukan Nazi.

Aksi keberanian ini menyelamatkan nyawa Munzer dari ancaman pemusnahan.

Selain mereka, ada pula Rahmat Kusumobroto, lahir tahun 1914 dan wafat 1998.

Ia menyelamatkan dua anak perempuan Yahudi, Emi dan Mini Freebird, dengan menyelundupkan mereka dari Kota Leiden ke Raison, Belanda.

Namanya resmi dicatat di Tembok Kehormatan Yad Vashem pada 27 Juli 2020.

Pengakuan terhadap tiga warga Indonesia ini diberikan karena dalam masa tergelap Holocaust, ketika nyawa manusia dipertaruhkan, mereka memilih untuk menolong—meski risiko kematian mengintai.

Sumber: Herald

Artikel terkait lainnya